Pertahankan Ciri Khas, Batik Rifaiyah Perlu Regenerasi

Selasa, 11 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 1.924 kali Seni dan Budaya
Pertahankan Ciri Khas, Batik Rifaiyah Perlu Regenerasi
Batang Batik Rifaiyah yang telah ada sejak pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, di masa industrialisasi ini terus digencarkan agar keberadaannya tidak hilang ditelan zaman.

Batang Batik Rifaiyah yang telah ada sejak pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, di masa industrialisasi ini terus digencarkan agar keberadaannya tidak hilang ditelan zaman.

Pelestarian terus dilakukan dengan mengenalkannya kepada generasi muda, sehingga ada ketertarikan untuk ikut menjadi pelestari seni membatik yang dibawa oleh Kyai Ahmad Rifa’i sebagai media perjuangan melawan penjajah Belanda.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mataram Sejahtera, Saiful Rohman mengatakan, salah satu upaya untuk menunjukkan kepada generasi muda, bahwa Batik Rifaiyah masih ada adalah dengan menggelar agenda “Perayaan  Batik Rifaiyah”.

“Kami intensif mengenalkan ciri khas Batik Rifaiyah yang masih ada di Desa Kalipucang Wetan,” katanya, saat ditemui, di Galeri Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022).

Dalam memeriahkan agenda tersebut, digelar pula banyak kegiatan. Antara lain : Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month tentang Batik Rifaiyah secara virtual, seni mural, pameran Batik Rifaiyah dan puncak acara menampilkan Rebana Klasik Rifaiyah, pembacaan Syair Tarajumah serta diskusi budaya.

Ia mengakui, masalah terbesar di Kampung Batik Rifaiyah adalah regenerasi pembatik muda.

“Anak-anak muda warga Rifaiyah melestarikan budaya leluhur yang sudah mendunia ini dengan ikut belajar dan meneruskan tradisi,” harapnya.

Salah satu pembatik Rifaiyah, Miftakhutin mengapresiasi digelarnya agenda tersebut, agar di masa depan ada generasi penerus yang melanggengkan adat istiadat dan budaya khas Rifaiyah.

“Tradisi ini luar biasa yang harus dilestarikan. Anak-anak juga mau belajar sejak dini,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai pendidik di MI Al Islam Watesalit.

Di era industrialisasi para pembatik Rifaiyah memang dilanda kecemasan, karena banyak generasi muda yang lebih memilih pekerjaan di bidang industri.

“Kalau zaman saya dulu semua perempuan harus bisa membatik, tapi sekarang, mereka bisa memilih profesi apa saja yang cepat mendatangkan uang,” jelasnya.

Untuk menghafal kitab yang berisi puji-pujian terhadap Allah SWT tidak begitu. Namun untuk proses membatik justru perlu pembelajaran khusus.

“Untuk pembelajaran intensif diberikan kepada siswa-siswi sejak Sekolah Dasar dalam bentuk ekstrakurikuler. Tapi sejak pandemi kemarin belum dimulai lagi, semoga tahun depan sudah mulai lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerhati batik Nia Ismoyo menambahkan, kegiatan ini perlu dilestarikan agar generasi muda Desa Kalipucang Wetan memiliki kebanggaan terhadap budaya leluhurnya.

“Jangan cuma bermain video game online saja, tapi yang terpenting adik-adik ini mau belajar untuk meneruskan budaya leluhurnya, karena di dalamnya ada nilai-nilai ajaran dari Kyai Ahmad Rifa’i dalam kehidupan masa depan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184