Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang

Senin, 10 Oktober 2022 Jumadi Dibaca 921 kali Seni dan Budaya
Pemerhati Cemaskan Perajin Batik Rifaiyah Makin Berkurang
Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Batang Kekhawatiran terhadap perajin muda Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan, yang terus berkurang karena tergerus oleh modernisasi, menjadikan para pemerhati industri batik di Kabupaten Batang berupaya meregenerasi dengan mengenalkan keterampilan yang telah turun menurun dari leluhur.

Upaya itu diwujudkan dengan menggelar Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month tentang Batik Rifaiyah secara virtual.

Pendiri Rumah Budaya Babaran Segara Gunung (BSG) Yogyakarta, Agus Ismoyo menyampaikan, kegiatan ini dikolaborasikan dengan event yang digelar di Kota Portland Amerika Serikat.

“Saya pilih Batik Rifaiyah karena masih memiliki nilai tangible atau aset fisik nilai moneternya terbatas maupun intangible atau aset non fisik di era industrialisasi, agar bisa berkembang dan bisa membawa dampak positif dari sudut pandang ekonomi bagi perajinnya,” katanya, saat ditemui, di Kampung Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Senin (10/10/2022).

Cara membatik Rifaiyah yang dinilai unik pun diupayakan agar terus lestari.

“Membatik dengan cara melantunkan syair-syair pujian terhadap Allah SWT harus terus didengungkan oleh generasi muda, agar tetap lestari,” jelasnya.

Dialog akan digelar hingga beberapa sesi. Di antaranya membagikan pengalaman bersama generasi muda  bersama pemerhati seni membatik dari Institut Seni Indonesia (ISI) hingga Amerika Serikat.

Pembatik Rifaiyah, Maslikha menuturkan kemampuannya menorehkan goresan-goresan motif batik di selembar kain, didapatnya dari leluhurnya.

“Saya sering mengamati nenek dan ibu membatik. Akhirnya timbul rasa senang, dan mau meneruskan keterampilan seni membatik Rifaiyah agar tidak punah,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari tahun ke tahun memang jumlah perajin batik di Kampung Batik Rifaiyah makin berkurang.

“Dulu waktu saya kecil sampai 80 pembatik, sekarang tinggal 60 perajin,” tuturnya.

Ia mengharapkan, ada pelatihan secara berkelanjutan untuk generasi muda, supaya seni membatik Rifaiyah tidak punah.

“Alasannya sangat klasik, generasi muda tidak mau membatik karena dari sisi ekonomi kurang menguntungkan. Untuk menghasilkan satu karya saja harus menunggu 4 bulan, mereka tidak sabar, akhirnya lebih memilih ke industri konveksi yang lebih cepat mendatangkan pundi-pundi rupiah,” terangnya.

Beberapa motif juga sempat ia tunjukkan dalam event Art & Dialog Indonesia bersama Portland Textile Month.

“Ada 24 motif yang diturunkan antara lain : Lancur, Banji, Tambal, Kotak Kitir, Gemblong Sak Iris, Romo Gendong, Pelo Ati dan lainnya,” ungkapnya.

Ke-24 motif tersebut membutuhkan waktu pembuatan yang cukup lama. Maka untuk mengatasi agar sisi ekonomi keluarga perajin tetap terjaga, maka muncullah motif lain yang dibuat dalam waktu singkat.

“Ada motif Bangbiron Kasaran yang dibuat hanya tiga minggu dengan harga jual Rp500 ribu sampai Rp700 ribu. Sedangkan khusus motif yang sesuai pakem Rifaiyah dibuat hingga 4-5 bulan dengan harga jual Rp3,5 juta,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184