Angka Stunting di Batang 21 % Masuk Rangking 10 Besar di Jateng

Rabu, 29 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.314 kali Kesehatan
Angka Stunting di Batang 21 % Masuk Rangking 10 Besar di Jateng
Batang - Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Ida Susilaksmi menyebutkan angka stunting di tahun ini mencapai 13.46 persen. Namun, data secara nasional dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) stunting Batang mencapai 21 persen.

Batang - Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Ida Susilaksmi menyebutkan angka stunting di tahun ini mencapai 13.46 persen. Namun, data secara nasional dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) stunting Batang mencapai 21 persen.

“Memang datanya beda, karena survainya juga beda. Tapi pada prinsipnya tidak masalah. Itu justru membuat kita bersemangat untuk melakukan percepatan program menurunkan stunting di Kabupaten Batang,” katanya saat ditemui usai Rakor Percepatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (29/6/2022). 

Berdasarkan data Pemkab Batang dari hasil elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBG) angka stunting tercatat tahun 2017 mencapai  9.62% atau sebanyak 4.958 bayi stinting dari pelaporan e-PPBG yang dilakukan pada 51.553 bayi di Batang.

“Tahun 2018 mencapai 9.35% atau 4.921 bayi stunting dari 52.653. Untuk tahun 2019 ada kenaikan 10.27% atau 5.303 bayi stunting dari 51.622 bayi,” jelasnya.

Lalu, 2020 angkanya baik 16.71% atau  5.915 bayi stunting dari 35.397 bayi. Sedangkan tahun 2021 turun menjadi 14,14 % atau  5.275 bayi stunting dari 37.302 bayi atau anak. Di tahun 2022 mengalami penurunan 13,56 % atau  5.182 bayi stinting dari hasil pelaporan e-PPBG 38.211 bayi.

Ia pun menyebutkan dari angka SSGI sebesar 21 persen masuk ranking 10 besar di Jawa Tengah.

“Upaya kita sudah banyak dilakukan melalui puskesmas beberapa tahun lalu dengan program gayeng nginceng wong meteng,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Dinkes Batang juga menggandeng Kantor Kementerian Agama untuk mensosialisasikan dan pembinaan kepada calon pengantin.

“Untuk penurunan stunting itu tidak bisa intervensi saat bayi sudah lahir dan itu sudah terlambat. Kita berupaya saat bayi masih dalam kandungan, bahkan pada saat calon ibu kita intervensi bagaimana merawat kesehatan dirinya dan janin. Menjaga pola makan agar tidak anemia dan tidak terjadi masalah pendarahan saat persalinan. Karea resiko bayi stunting akan tinggi,” terangnya.

Ia juga mengatakan, faktor penyebab stunting di Batang sangat komplek. Tapi pilar utamanya ada pola makan, pola asuh dan sanitasi.

“Ketiga itu berkontribusi dan di Batang masih bermasalah, misalnya untuk pola makan. Karena di kita masih kenal pantangan pada ibu hamil dan ibu menyusui. Padahal makanan bergizi dan sehat sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan bayi. Untuk pertumbuhan otak dan badannya,” tegasnya.

Hal itu, terjadi karena keterbatasan ekonomi yang disertai dengan adanya Pandemi Covid-19 yang secara umum masyarakat terkena dampak goncangan ekonomi.

“Pola asuh juga berpengaruh, ketika bayi diasuh oleh orang yang pengetahuannya kurang memadai. Sehingga dalam memberikan makanan juga keliru pola dan tidak telaten,” ujar dia.

Sanitasi juga sangat berpengaruh, karena di Batang baru ada 30,6 persen. 31 persen yang sudah ODF, karena buang air besar sembarang resiko terjadi penyakit menular tinggi.

“Diare tinggi, anak sering sakit - sakitan berat badannya akan turun dan berakibat stunting,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 104
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184