Harga Cabai Meroket, Omset Pedagang Masakan Anjlok

Jumat, 10 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.339 kali Ekonomi
Harga Cabai Meroket, Omset Pedagang Masakan Anjlok
Batang Menjelang Hari Raya Iduladha Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di pasar-pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan harga.

Batang Menjelang Hari Raya Iduladha Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di pasar-pasar tradisional Kabupaten Batang mengalami kenaikan harga.

Meroketnya harga cabai membuat masyarakat mengharapkan supaya distabilkan karena berpengaruh terhadap omset dari pedagang masakan yang anjlok.

Salah satu pembeli Rofiyanti mengutarakan, selama sepekan ini tidak membuka warung masakan karena kenaikan harga cabai sangat berpengaruh terhadap keuntungan yang makin menipis.

“Saya belanja cabai merah, cabai rawit sama cabai hijau, tapi cuma satu ons sampai setengah kilogram. Harga cabainya terlalu mahal, jadi belanjanya sedikit-sedikit, cuma buat kebutuhan sendiri, warungnya tutup dulu,” kata wanita yang setiap hari berjualan mi seblak, saat berbelanja Kepokmas, di Pasar Kabupaten Batang, Jumat (10/6/2022).

Harapannya agar harga cabai diturunkan sehingga masyarakat terutama para pedagang kecil tetap dapat mengais rezeki setiap harinya.

Salah satu pedagang Yuli menyampaikan, kenaikan harga cabai terjadi sejak beberapa hari lalu dan berpengaruh dengan jumlah pembeli yang sedikit mengurangi jumlah yang dibeli.

“Rata-rata naik Rp10.000,00, seperti cabai merah besar Rp62.500,00, cabai rawit merah Rp72.500,00, cabai merah keriting Rp70.000,00 per kilogramnya,” bebernya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Subiyanto mengakui terjadi sedikit kenaikan untuk harga Kepokmas.

“Sebagian memang ada yang naik, itu karena kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Hari Raya Iduladha,” ungkapnya.

Ia memastikan kenaikan harga yang terjadi di Batang tidak terlalu tinggi.

“Contohnya saja telur di Batang masih Rp26.000,00, sedangkan daerah lain bisa sampai Rp30.000,00. Harga cabai pun kenaikannya tidak terlalu tinggi, artinya masih stabil,” ujar dia.

Ia menambahkan, kenaikan yang terjadi pada sayur-sayuran juga dipengaruhi oleh faktor alam.

“Sekarang ini kan memasuki musim kemarau, tapi masih diguyur hujan dengan intensitas rendah. Dampaknya sebagian cabai ada yang rontok, sehingga berpengaruh dengan harga di pasaran,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184