Batang - Monggreng Klanting adalah jajanan tradisional olahan berbahan baku singkong memiliki ciri khas rasa gurih.
Batang - Monggreng Klanting adalah jajanan tradisional olahan berbahan baku singkong memiliki ciri khas rasa gurih.
Produk olahan Monggreng Klanting milik Sri Rejeki (42) yang dilabeli Rizki sudah berjalan empat tahun. Walaupun pada dua tahun kemarin karena masa Pandemi Covid-19 produksinya menurun namun tidak membuat patah semangat. Bahkan tahun ini penjualan mulai merangkak naik kembali, sebulan bisa menjual satu setengah kwintal Monggreng Klanting.
“Saya memilih usaha makanan ringan Monggreng Klanting, karena bahannya semua alami tidak ada pengawet kimia dan proses pembuatannya tidak sulit bagi saya yang dari kampung, karena bahan utamanya singkong dan kebetulan di daerah saya banyak sekali,†katanya saat ditemui di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Kamis (14/4/2022).
“Setiap hari saya kalau membuat Klanting, 5 kwintal singkong bisa menjadi 1 setengah kwintal Monggreng Klanting,†tuturnya. Produk makan ringan Monggreng Klanting mulai dikenal sejak diperkenalkan Disperindagkop UKM Kabupaten Batang untuk ikut event makanan UMKM di Pendopo Kabupaten Batang. Dari situlah rejeki produk makan ringan meningkat dikenal oleh masyarakat Kabupaten Batang.
“Disperindagkop UKM Kabupaten Batang sangat membantu saya untuk legalitas usaha sampai produk makan ringan ini bisa masuk beberapa minimarket di Kabupaten Batang. Bahkan juga merambah di beberapa toko oleh-oleh luar kota mulai dari Semarang hingga Boyolali,†jelasnya.
Berbicara soal harga, Klanting dengan kemasan ekonomis seberat 150 gram dijual dimulai dari Rp15.000,00.
“Untuk rasa dijamin enak dan gurih, terus harganya juga sangat terjangkau bahkan ekonomi,†ungkapnya.
Pada bulan Ramadan ini Alhamdulillah, permintaan masyarakat meningkat. Disampaikan para pembeli kalau Monggreng Klanting dijadikan cemilan tidak bosan karena bisa dimakan pada saat kumpulan dan nonton televisi.
Saat ini bahkan olahan produk makanan ringan miliknya tengah berkembang dengan produk olahan lainya salah satunya kripik pisang kepok dan lainnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.