Meroketnya Harga Kedelai, Pengusaha Tahu Batang Tetap Produksi Dengan Mengurangi Jumlahnya

Senin, 21 Februari 2022 Jumadi Dibaca 1.394 kali Ekonomi
Meroketnya Harga Kedelai, Pengusaha Tahu Batang Tetap Produksi Dengan Mengurangi Jumlahnya
Batang - Salah pengusaha tahu rumahan di Kabupaten Batang, Amang Adiwiyoto, masih tetap memproduksi tahu meskipun harga kedelai meroket.

Batang - Salah pengusaha tahu rumahan di Kabupaten Batang, Amang Adiwiyoto, masih tetap memproduksi tahu meskipun harga kedelai meroket.

Saat ditemui di lokasi produksi tahu miliknya, Kebonan Kelurahan Proyonanggan Utara Kecamatan Batang, Amang mengatakan bahwa harus mengurangi produksi untuk mensiasati tingginya harga kedelai import yang saat ini sudah mencapai Rp11.000,00 per kg.

“Kalau kenaikan ini memang cukup lumayan terasa banget. Apalagi di masa pandemi begini. Kita serba salah, mau naik harga juga susah, kalau enggak naik harga juga kita kesusahan. Mau tidak mau dinaikkan,” katanya saat ditemui di rumahnya Dukuh Kebonan, Kelurahan Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Senin (21/2/2022).

Harga kenaikan kedelai sendiri secara bertahap tidak langsung naik tinggi mulai dari sebelum lebaran sampai sekarang yang mengalami kenaikan tertinggi.

Pengurangan jumlah produksi tahu dilakukan sejak harga kedelai bertahap mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu, yang saat itu mulai dari Rp7.500,00 hingga saat ini Rp11.000,00.

“Naiknya itu bertahap, dulu itu dari Rp7.500,00  terus naik ke Rp9.000,00, sekarang kok malah Rp11.000,00, kita sebagai pelaku UMKM jujur saja kelimpungan, harus pintar-pintar mensiasatinya agar produksi tetap berjalan,” ungkapnya.

Amang menyampaikan, sebelumnya setiap hari ia memproduksi tahu hampir 200 kwintal saat ini dikurangi menjadi 150 kwintal perharinya.

“Ini dari saya dijual Rp420,00 per potong, kalau sebelumnya Rp400,00 naik perlahan sedikit sedikit ya walaupun kadang ada yang protes, memang kalau harganya yang dinaikkan agak berat ke konsumennya,” terangnya.

Terkait banyaknya pengrajin tahu dan tempe yang mogok produksi imbas kenaikan harga kedelai, dia memilih tetap bertahan produksi lantaran melihat karyawannya yang menyandarkan pemasukan dari produksi tahu miliknya.

“Ya kalau yang lainnya mogok silahkan itu pilihan mereka, tapi kalau saya yang terpenting usaha masih bisa jalan meskipun keuntungan sedikit, karyawan masih bisa bekerja,” jelasnya.

Saya sendiri memiliki 6 orang karyawan dan mereka semua punya keluarga. Jadi saya harus menggaji mereka setiap hari perorang Rp100.000,00 belum juga ditambah biaya operasional seperti solar dan kayu.

“Makanya tidak melakukan mogok, karena kasihan kepada karyawan yang menggantungkan ekonomi pada pekerjaannya membuat tahu. Cukup ekonomi saya yang merosot tapi jangan karyawan,” tegasnya.

Sebagai pengusaha kecil, ia berharap pemerintah bisa berupaya untuk menekan harga kedelai dan juga minyak goreng.

“Tentu naiknya kedelai ini berdampak sekali bagi kami, minyak goreng belum stabil ini ditambah bahan baku utamanya yang naik, apalagi situasi masih pandemi ekonomi juga belum stabil bagi pelaku UMKM seperti kami,” ujar dia.

Ia berharap. Pemerintah bisa berupaya menekan dan menurunkan kenaikan harga tersebut agar pengusaha kecil bisa tetap berjalan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184