Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri

Selasa, 25 Januari 2022 Jumadi Dibaca 4.938 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kembalikan Kesuburan Tanah, Petani Optimalkan Pemanfaatan Mikrobakteri
Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Batang Banyaknya petani yang menggunakan pupuk kimia ternyata berdampak pada kesuburan tanah yang kian menurun. Maka salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu memanfaatkan mikrobakteri secara optimal.

Konsultan Pertanian dari Yogyakarta Joned Biantara mengatakan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan mengakibatkan kondisi tanah makin kritis.

“Tanah petani menjadi tandus karena tidak diimbangi dengan perawatan. Jadi langkah pertama kembalikan kesuburan tanah dulu, imunitas tanah meningkat, kebutuhan terhadap pupuk kimia perlahan akan menurun dan mengurangi serangan dari hama,” katanya, usai menyampaikan materi kepada para petani di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Selasa (25/1/2022).

Ia mengimbau, para petani pangan maupun hortikultura sebaiknya menggunakan teknologi tersebut karena dapat meminimalkan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.

“Nanti bertahap bisa berkurang 20-30 persen dulu. Kalau kondisi tanah sehat penggunaan pupuk kimia dikurangi sampai 50 persen tidak masalah,” jelasnya.

Ada pula teknologi mikrobakteri untuk menyuburkan tanaman. Penggunaannya dapat mengombinasikan antara pupuk alami dengan kimia.

“Keuntungannya dalam penggunaan kedua jenis pupuk itu bisa lebih irit, tapi maksimal hasilnya. Dan bisa menetralisir residunya,” terangnya.

Petani organik dari Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing Suraji menyampaikan, selama bertahun-tahun untuk menghasil tanaman yang maksimal ketika masa panen memanfaatkan pupuk kimia. Namun setelah melihat kualitas panen yang tidak optimal secara bertahap mulai beralih menjadi petani organik.

Sebelumnya memakai fungisida sintetis, tapi mulai tahun 2015 mulai menggunakan mikrobakteri untuk meningkatkan nutrisi tanah.

“Saya pakai bahan-bahan alami seperti gadung, cabai dan dicampur sama tembakau sebagai insektisida alami untuk membasmi hama. Takarannya gadung satu kilogram, cabai rawit merah setengah kilogram  dan tembakau setengah ons, direndam dan fermentasi dengan M21 selama tujuh hari lalu disemprotkan ke tanaman,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahan-bahan alami itu bisa membasmi hama ulat, belalang, wereng dan berbagai jenis kutu.

“Dulu waktu pakai pupuk kimia bisa mengeluarkan biaya Rp1 juta, tapi ketika pakai organik Cuma Rp500 ribu. Omsetnya bisa meningkat lahan saya 850 m² menjadi Rp3,5 juta dibandingkan pakai pupuk kimia yang hanya Rp2 juta ketika hasil panen padi dijual,” tuturnya.

Ia memastikan, ada perbedaan yang mencolok ketika mengonsumsi nasi dari beras organik, yang cenderung lebih pulen, dibandingkan dengan nasi dari hasil pupuk kimia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184