Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga

Rabu, 17 November 2021 Jumadi Dibaca 6.379 kali Seni dan Budaya
Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga
Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Juru pemelihara Arca Ganesha Mbah Kasim menuturkan, arca yang memiliki tinggi dua meter itu, ditemukan pada tahun 1940 oleh warga setempat, dalam posisi tertimbun rimbunnya rumput ilalang.

“Dulu kondisi saat ditemukan Arca Ganesha masih dalam posisi “tertidur” (tertelungkup). Terus didirikan tahun 1942 oleh warga Desa Silurah dan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuannya, Perangkat desa memberikan upah berupa tembakau untuk seluruh warga, saat masa peralihan Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Jepang,” katanya, saat ditemui, di halaman situs Arca Ganesha, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (16/11/2021).

Ia mengatakan, selanjutnya arca tersebut dirawat oleh ayahandanya, yakni Mbah Carlam, tanpa ada yang meminta.

“Dalam melakukan perawatan, almarhum bapak saya tidak pernah melakukan ritual apapun. Dulu tidak ada yang melakukan ritual, hanya karena alasan peninggalan sejarah, bapak saya telaten merawatnya,” jelasnya.

Sebelum ayahandanya meninggal, tidak ada pesan khusus yang dititipkan. Ia hanya berpesan agar Arca Ganesha dirawat dengan baik dan dilindungi.

“Kalau ritual ibadah memang dilakukan oleh beberapa umat agama. Yang sering mengadakan ritual keagamaan ya dari umat Hindu yang beribadah kepada Arca Ganesha dan Buddha kepada Arca Buddha Gautama,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelumnya posisi kedua arca tersebut tidak berdekatan, namun berjarak hingga 10 meter.

“Generasi muda harus ikut merawat arca tersebut, karena tidak ada gantinya. Apalagi di Desa Silurah mau dibangun Taman Syailendra, harus bisa ikut melestarikannya,” terangnya.

Ketua Komunitas Batang We, Sutikwo menambahkan, potensi yang dapat diambil dari keberadaan dua arca tersebut, generasi muda Batang akan teredukasi dengan datang dan melihat langsung kondisi di lokasi penemuannya.

“Kedepan juga bisa difungsikan sebagai obyek wisata budaya unggulan. Dari sisi ekonomi juga berdampak positif, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung,” harapnya.

Menurut dia, melalui kunjungan langsung dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, tentu secara langsung Pemerintah desa mengetahui, bahwa benda cagar budaya itu sangat penting.

“Ketika pemerintah desa memfungsikannya sebagai destinasi wisata, tentu akan ada nilai edukasi agar seluruh warga bersama wisatawan ikut menjaga cagar budaya tersebut,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184