Batang - Masa Pandemi Covid-19 yang sudah melanda negeri ini hampir dua tahun membuat para pengusaha menengah kuwalahan dalam mempertahankan usahanya.
Batang - Masa Pandemi
Covid-19 yang sudah melanda negeri ini hampir dua tahun membuat para pengusaha
menengah kuwalahan dalam mempertahankan usahanya.
Bahkan tidak sedikit
pengusaha yang harus gulung tikar atau mencoba beralih usaha lainnya. Seperti
yang dilakukan Zaenal warga Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang,
Kabupaten Batang, dampak dari Pandemi Covid-19 cukup dirasakannya.
Pensiunan pegawai
swasta itu sebelumnya membuka usaha angkringan, namun sejak pandemi ditambah
kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat usahanya
tidak berjalan mulus.
Sempat berhenti
berusaha sejenak, dia pun bangkit dengan harapan baru, bermodal pengetahuannya dibidang olahan
pisang yaitu sale pisang. Dengan beberapa kali percobaan cara dan resep
akhirnya Zaenal berhasil membuat sale pisang dengan rasa manis alami dan juga
legit.
“Setelah pensiun saya
berjualan angkringan, situasi pandemi tentu membuat jualan sepi juga ada PPKM,
sempat berhenti tidak usaha apapun, kemudian saya kepikiran membuat sale
pisang, beberapa kali percobaan agar sale pisang benar-benar enak dan layak
dijual, alhamdulillah berhasil dan resep jadi patokan sampai sekarang,†katanya
saat ditemui di Rumahnya, Kamis (21/10/2021).
Dengan rasa yang khas
dan legit, sale pisang buatannya cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia
telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet
oleh-oleh khas Batang.
Selain itu, dia juga
menjualnya melalui media sosial. hasil produksinya telah dikirim ke berbagai
daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, Batam, Jambi, Tangerang,
Bandung dan Malang.
“Alhamdulillah sudah
ada titipan di 10 outlet, dan berjalan
lancar kerjasamanya, kalau pesanan biasanya dari instansi-instansi menghubungi
terlebih dahulu minimal H-1 untuk pemesannya, kemudian untuk pemesanan
onlinenya di media sosial Instagram ketik aja sale.bangzae,†jelasnya.
Ia menambahkan, Kemarin
juga kita dibantu program dari Bupati Batang WIhaji di sosial medianya yang
dodolan online itu, dampaknya lumayan bagus karena produk kita diposting oleh
beliau. Jadi ada beberapa pemesan setelah melihat postingan itu.
Pembuatan sale pisang,
lanjut dia, membutuhkan waktu 9 hari,
mulai dari proses pematangan buah pisang, pemilihan, penjemuran,
penyimpanan, hingga penggorengan dan pengemasan. Pisang yang saya pakai itu
jenis pisang kapas, saya pilih yang masih hijau dan untuk proses pematangan
dengan cara yang alami sehingga rasanya lebih enak.
“Untuk harga, produk
yang saya beri nama Sale Pisang Bang Zae dijual dengan harga Rp50.000,00 per
kilo, jika mau seperempat kilo atau setengah kilonan juga bisa. Langsung saja kerumah produksi
kita di Jalan Brigjen Katamso Gg. Jalak yang ada Plang Toko Rizqi,†ujar dia.
(MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)