Kampung Jamune Bu’e, Sarana Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 06 Oktober 2021 Jumadi Dibaca 1.195 kali IKM UKM UMKM
Kampung Jamune Bu’e, Sarana Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan
Batang - Sejak zaman nenek moyang jamu telah dikenal khasiatnya, untuk kesehatan tubuh, namun seiring kemajuan zaman kini jamu pun mulai bertransformasi menjadi lebih modern, seperti Kampung Jamune Bu’e yang berupaya menjadi sarana edukasi dan media pemberdayaan perempuan, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Batang - Sejak zaman nenek moyang jamu telah dikenal khasiatnya, untuk kesehatan tubuh, namun seiring kemajuan zaman kini jamu pun mulai bertransformasi menjadi lebih modern, seperti Kampung Jamune Bu’e yang berupaya menjadi sarana edukasi dan media pemberdayaan perempuan, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Kampung Jamune Bu’e yang diinisiasi kaum ibu bersama lima orang penjual jamu gendong yang ingin memodernisasi jamu, agar makin dikenal anak muda, maka sejak awal September lalu mulai membuka kampung wisata dan edukasi bagi masyarakat.

Penanggungjawab KUB Kampung Jamune Bu’e, Sukoningsih mengatakan, ide tersebut muncul bukan hanya karena banyaknya penjual jamu gendong, tapi juga karena kaum ibu yang ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian ramuan tradisional, agar dikenal kaum milenial, serta memberdayakan potensi yang dimiliki lingkungan sekitar.

“Kami memberdayakan para bakul (penjual) jamu gendong dari lingkungan sekitar RT 1 RW 3 Dracik Proyonanggan Selatan. Jamu yang diproduksi ada beras kencur, kunir asem, sirih, manjakani, sehat wanita, sehat pria, lempuyang, temulawak, empon-empon, selama ini yang paling banyak diminati adalah beras kencur dan manjakani,” katanya, saat ditemui di kios Kampung Jamune Bu’e, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Batang, Selasa (5/10/2021).

Ia menjelaskan, selama Pandemi Covid-19, omzet yang didapat mencapai Rp200 ribu per hari. Harapannya setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pandemi berakhir, akan terjadi peningkatan penjualan.

“Ini adalah KUB, jadi untuk pemberdayaan ekonomi kreatif ibu-ibu dan menambah pemasukan serta membantu perekonomian keluarga, karena pelaku UMKM seperti pedagang takoyaki, bakso, nasi bakar, pempek dan lainnya juga banyak dijajakan. Masyarakat jadi punya banyak pilihan,” ungkapnya.

Seiring medernnya cara mempromosikan produk, maka seluruh anggota KUB sepakat memanfaatkan media sosial untuk berpromosi kepada masyarakat milenial.

“Kami promosikan melalui media sosial seperti WhattsApp dan Instagram Kampung Jamune Bu’e,” tuturnya.

Di sisi lain, para kaum ibu juga berupaya mengedukasi generasi muda tentang serba-serbi jamu. Hal ini karena letaknya yang sangat strategis yakni di kawasan pendidikan atau yang dikenal dengan “Dracik Kampus”.

“Rencananya kami akan mengundang Perpustakaan Keliling supaya standby di depan kios. Dan anak-anak mulai dari Taman Kanak-kanak, SD hingga SMP bisa belajar mengetahui langsung manfaat jamu,” terangnya.

KUB ini dibentuk juga berkat dorongan dari Pelaksana Tugas Lurah Proyonanggan Selatan Bambang Pitono untuk mengikuti lomba inovasi pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan Bappelitbang Kabupaten Batang.

“Ini bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk unggulan dan potensi lokal menjadi lebih dikenal masyarakat. Kreativitas ibu-ibu juga bisa membantu mewujudkan Kampung Wisata Edukasi, melalui cara mengolah bahan-bahan herbal, sehingga generasi milenial lebih tertarik mempelajarinya,” harapnya.

Ia menambahkan, KUB tersebut juga dapat membantu perekonomian keluarga, karena ada UMKM yang berdampingan dengan para pelaku usaha jamu.

Salah satu warga, Renata mengungkapkan, baginya mengonsumsi jamu sudah menjadi kebiasaan karena selain menyegarkan dapat menjaga kebugaran tubuh.

“Jamu yang baru saya minum kunir asem manfaatnya untuk menjaga kondisi badan jadi lebih fit. Ada beberapa jenis jamu yang sering saya konsumsi yaitu beras kencur dan kunir asem, seminggu bisa 3-4 kali minum jamu,” ujar dia.

Menurutnya, keberadaan para pedagang jamu yang menetap di sini, jadi mempermudah para penikmat jamu mengonsumsinya.

“Untuk generasi muda bisa membiasakan diri menyukai jamu, karena salah satu minuman tradisional yang sudah terkenal sejak dulu. Mereka bisa mengonsumsi jamu dan mempelajari jenis-jenis tanaman herbal yang bisa diramu menjadi minuman berkhasiat,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184