Pedagang Diminta Beradaptasi dengan Digitalisasi Pasar

Kamis, 23 September 2021 Jumadi Dibaca 1.426 kali Ekonomi
Pedagang Diminta Beradaptasi dengan Digitalisasi Pasar
Batang - Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto meminta agar para pedagang di seluruh pasar tradisional mulai beradaptasi dengan digitalisasi pasar.

Batang - Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto meminta agar para pedagang di seluruh pasar tradisional mulai beradaptasi dengan digitalisasi pasar.

Sejumlah perwakilan pedagang diundang dalam Sekolah Pasar, untuk mendapatkan ilmu manajemen pasar, agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam sistem perdagangan di pasar tradisional, dengan mengundang perwakilan dari Kementerian Perdagangan RI beberapa waktu lalu.

“Materi pokoknya adalah digitalisasi pasar, ternyata program tersebut selaras dengan Disperindagkop Batang, yang sudah mulai melatih para pedagang untuk beralih secara perlahan menuju digitalisasi pasar,” katanya saat ditemui, di ruang kerjanya, Rabu (22/9/2021).

Beberapa program yang telah dilakukan di Pasar Batang antara lain: pasar online “Dotukura”, QRIS yakni sistem pembayaran secara tunai dan nontunai, sebentar lagi akan menerapkan E-Retribusi.

“Ini menunjukkan gayung bersambut karena program kami senada dengan Kementerian Perdagangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan menerapkan sistem digitalisasi pasar, para pedagang justru akan semakin dipermudah dalam melayani pembeli.

“Mudah-mudahan setelah diedukasi para pedagang saling mengerti dengan kami, saling menjaga agar pasar selalu dikunjungi pembeli, omset pedagangnya meningkat walaupun masih dalam kondisi pandemi, dengan menerapkan pola jual beli secara online,” tegasnya.

Sedangkan menurut arahan dari perwakilan Kementerian Perdagangan RI, lebih menekankan pada pengelolaan pasar, menjaga kebersihan pasar, penataan pasar berdasarkan zonasi dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyaraka, Mutmainah menerangkan, pihak Dinas Kesehatan akan memanfaatkan teknologi digitalisasi pasar ini untuk mempromosikan disiplin protokol kesehatan, termasuk Germas agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan pedagang serta warga pasar.

“Kami bisa menitipkan pesan-pesan kesehatan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya vaksinasi di aplikasi Dotukura yang sudah mulai dikenal kaum milenial Batang,” terangnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang Anwar Rozikin mengatakan, pemanfaatan digitalisasi pasar sudah dimulai sejak 13 Agustus 2020 lalu. Pemanfaatannya sangat memudahkan konsumen, karena cukup menggunakan aplikasi Dotukura.

Saat ini aplikasi tersebut sedang disempurnakan yang nantinya akan berubah menjadi New Dotukura.

“Dalam aplikasi itu semua pengelolaan dilakukan oleh anggota paguyuban pasar, mulai proses transaksi jual beli, kurir hingga pembayaran. Sehingga lebih cepat dan praktis,” terangnya.

Aplikasi ini menadapat dukungan peralatan dari Bank Indonesia Cabang Tegal dan rencananya dalam waktu dekat, New Dotukura dan E-Retribusi akan dilaunching oleh Bupati Batang Wihaji.

“Saya akui memang mayoritas pedagang belum begitu familiar dengan teknologi digital, jadi perlu waktu lebih lama untuk menyosialisasikannya,” ungkapnya.

Ia memastikan, bahwa di era kenormalan baru, digitalisasi dibutuhkan masyarakat, karena untuk mendapatkan suatu barang, konsumen tidak perlu bertatap muka.

“Jika kami tidak membiasakan diri dengan digitalisasi pasar, pasti tertinggal dengan pasar dan toko online yang bisa dipesan melalui sebuah aplikasi. Kami akan berusaha dengan mengedepankan pedagang-pedagang muda yang sudah akrab dengan gawai, supaya bisa melayani kebutuhan konsumen milenial,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184