Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.
Batang - Pasca turunnya Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke Level 2, membuat geliat berekspresi para perupa muda
Kabupaten Batang perlahan mulai bermunculan dengan menggelar pameran lukisan
bernuansakan dekoratif karena lebih diminati warga.
Pameran bertajuk “Art Exhibition Symphony 9â€,
mayoritas diikuti oleh 9 perupa milenial dari Batang, yang digelar mulai 9-15
September mendatang.
Ketua panitia Sigit Purnomo megatakan, berawal dari
terlalu lamanya para perupa muda vakum dari kegiatan mengekspresikan karyanya
secara langsung, akhirnya muncul ide untuk menggelar pameran tersebut, dengan
jumlah peserta terbatas.
Dengan pameran ini seni rupa bisa diterima di daerah
yang minim pengetahuan seninya.
“Apresiasi terhadap sebuah karya seni di kota kecil
pasti kurang. Tetapi justru ini menjadi penyemangat buat kami untuk
menghasilkan karya dekoratif yang lebih disukai khalayak, bukan yang terlalu
murni, yang pasti tidak laku,†katanya saat
ditemui di Omah Bento, Kalisalak, Kabupaten Batang, (9/9/2021).
Dijelaskannya, karya dekoratif artinya layak tampil
di rumahnya. Masyarakat akan lebih menyukai lukisan bunga daripada yang bertema
abstrak.
“Seniman itu butuh tempat untuk meluapkan karyanya.
Terkait seniman dan karya yang ditampilkan hanya berjumlah 9, itu sebetulnya
jumlah seniman seluruhnya ada 25, cuma karena waktu berdiskusi yang datang
hanya 9, akhirnya diputuskanlah karya yang ditampilkan sejumlah tersebut,†jelasnya.
Alasan terkuatnya, lanjut dia, karena keterbatasan
tempat yang akhirnya membuat para anggota memutuskan di pameran perdana
ditengah PPKM Level 2 ini, hanya mengikutkan 9 karya perupa.
“Ini baru tahap awal, nantinya di bulan Oktober
teman-teman “Serbuk Pensil†mau pameran di Solo, tentunya dengan karya yang
lebih beragam dan lebih dari 9 karya,†tuturnya.
Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk
meregenerasi seniman lukis di Batang.
“Sarasehan malam ini kami gunakan untuk menyerahkan
tongkat estafet kepada seniman lukis muda yang benar-benar mencintai dunia seni
rupa,†harapnya.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Tri Bakdo
menyampaikan, pameran ditengah PPKM ini merupakan bentuk luapan kegelisahan
para perupa muda, yang selama ini berhenti berekspresi.
“Sebenarnya mereka sudah punya karya, tetapi tidak
punya tempat karena dipenjara, diikat atau dibatasi oleh pandemi. Semua seniman
itu ingin eksistensinya terlihat dan diakui oleh penikmatnya,†ungkapnya.
Ketika ada tanda-tanda, bahwa intensitas pandemi ini
mulai menurun, dari level 4, 3 dan sekarang 2, itu membuat para seniman
berpikir, sekarang saatnya harus muncul ke permukaan.
“Ini adalah sebuah proses awal mereka yang mungkin
ingin meniti karir sebagai seniman lukis, mungkin ingin menyalurkan hobi.
Lukisan yang ditampilkan masih sebuah proses, belum mencapai pada titik
kulminasi atau puncak tertinggi,†tegasnya.
Ia berkeyakinan, apabila para perupa muda Batang ini
memiliki intensitas yang tinggi, kedepan akan menghasilkan karya yang makin
baik.
“Sementara ini temanya tidak dibatasi, jadi mereka
bebas mengalir saja menuangkan perasaannya melalui sebuah media lukis. Tadi ada
lukisan yang menceritakan seorang ayah yang meluapkan kebahagiaannya mempunyai
seorang anak, ada yang cenderung dengan bunga, itulah karya yang mencerminkan
perasaan mereka sendiri,†terangnya.
Ia menyarankan, bagi anak muda yang ingin menjadi
perupa yang menghasilkan karya luar biasa, tentu membutuhkan intensitas yang
tinggi. Sebab melukis itu membutuhkan proses dan waktu yang lama.
“Untuk menghasilkan karya itu tidak sebentar, tapi
bisa bertahun-tahun. Kalau belajar teknis itu mudah paling dua tahun jadi, tapi
mengolah rasa menjadi nampak sebuah lukisan itu pakai perasaan yang begitu
dalam,†imbuhnya.
Salah satu perupa muda, Rusyid mengaku ada
ketertarikan untuk mendalami dunia seni lukis, dengan mengikuti sarasehan.
“Berkesenian itu luas, kita harus beretika dulu,
menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak, tidak menunjukkan egois atau
mengutamakan diri sendiri,†ujar dia.
Menurut dia, pameran tersebut merupakan awal yang
baik, karena sudh lama di Batang tidak pernah digelar pameran lukis.
“Kedepan teman-teman perupa muda bisa menunjukkan
karya terbaik yang lainnya tidak hanya 9 buah saja,†pungkasnya. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)