Batang - Kesenian tradisional di Indonesia sangat beragam, maka pagelaran seni perlu diintensifkan oleh RRI dengan menggandeng peran seniman maupun budayawan, agar nilai-nilai kearifan lokal makin dikenal generasi muda.
Batang - Kesenian tradisional di Indonesia sangat
beragam, maka pagelaran seni perlu diintensifkan oleh RRI dengan menggandeng
peran seniman maupun budayawan, agar nilai-nilai kearifan lokal makin dikenal
generasi muda.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Batang
Tri Bakdo mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-76 RRI.
“Selamat ulang tahun untuk RRI, semoga selalu
lancar, selalu jaya dan sukses selamanya,†tuturnya.
Menurutnya, sampai saat ini RRI sudah cukup peduli
terhadap nilai-nilai budaya di Jawa Tengah khususnya. Namun sedikit masukan
untuk RRI, karena Indonesia khususnya Jawa sangat kaya akan budaya.
“Dan saya lihat RRI kurang lengkap dalam menyiarkan
kebudayaan asli, contohnya di Jawa Timur ada ludruk, Jawa Tengah ada ketoprak,
wayang yang beragam jenisnya. Akan lebih baik lagi ketika kesenian itu intens
disiarkan secara bergantian,†katanya, saat ditemui di Pendopo, Kabupaten Batang,
Selasa (7/9/2021).
Tujuan utamanya agar seluruh masyarakat mengetahui
tentang keberagaman tradisi, seni dan budaya Indonesia.
Di sisi lain, Ia menanggapi positif ketika RRI
berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi penyiaran, bersaing dengan
radio-radio swasta.
“Tapi harapan saya RRI tetap memiliki ciri khas
yaitu berpegang teguh pada budaya kearifan lokal,†tegasnya.
Ia mengresiasi pemberitaan di RRI sudah cukup
banyak. Namun akan lebih optimal jika setiap pemberitaan disertai dengan
ulasan.
“Ada semacam bincang-bincang atau talkshow untuk
membahas seputar ketoprak, wayang dan lainnya, biar masyarakat lebih tahu dan
memahami lagi. Dari beberapa juta orang, andai saja ada 10% yang nonton, itu
sudah bagus sekali, tidak harus semuanya menonton,†ungkapnya.
Ia mengutarakan, di luar sana masih banyak
masyarakat yang secara intensif mendengarkan RRI.
“Termasuk saya masih suka mendengarkan wayang kulit.
Jadi silakan bersaing dengan radio lain, tapi jangan lupakan kearifan lokal daerah
kita,†imbuhnya.
Salah satu pegiat seni tari, Suprayitno
mengutarakan, Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa bagi para
seniman, karena tidak dapat berekspresi dan berkarya secara total.
“Tidak berkaya di sini artinya bukan karena kami
tidak berkarya secara umum. Kami tetap berkarya tapi terbatas di lingkungan
tertentu, jadi diharapkan pihak RRI kalau bisa memberi kesempatan kepada
seniman daerah, yang jarang dijangkau supaya bisa tampil secara langsung maupun
virtual, ditonton kalangan tertentu,†jelasnya.
Pementasan itu pasti membanggakan para pelaku seni
sekaligus tetap bisa menyambung hidup, tanpa harus menjual peralatan seni.
“Mari kita sengkuyung bareng-bareng, melalui
ulang tahun RRI ini, kita tingkatkan pementasan kesenian. Mungkin bisa lewat
rekaman suara, virtual, atau bahkan bisa disiarkan langsung, dalam menghidupkan
kembali seniman yang ingin berkarya,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)