Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang

Senin, 16 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 2.088 kali Seni dan Budaya
Dua Dalang Cilik, Pelestari Seni Pedalangan Batang
Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Batang - Pelestarian terhadap seni pedalangan dan wayang kulit terus berpacu dengan arus modernisasi. Terbukti secara perlahan bibit-bibit dalang cilik Kabupaten Batang mulai terlahir sebagai pelestari seni pedalangan dari kalangan generasi muda.

Salah satunya Beta Ardana Putra. Remaja yang saat ini duduk di bangku kelas dua SMP Negeri 1 Wonotunggal sudah tertarik dengan wayang sejak kelas tiga Sekolah Dasar.

“Suatu kebanggaan bisa jadi dalang cilik. Alhamdulillah latihannya masih rutin tiap hari Jumat dan Sabtu selama tiga jam,” kata Beta saat dihubungi melalui gawai, Minggu (15/8/2021).

Dijelaskannya, latihan yang diintensifkan adalah fokus pada sabet (gerak wayang) yang membutuhkan trik dan teknik khusus. Tokoh wayang yang paling diidolakan yaitu Raden Janoko karena memiliki sifat kesatria.

“Saya sudah mulai mendalang sejak kelas tiga SD dan sampai sekarang masih ada yang memanggil pentas. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang dalang terkenal supaya bisa melestarikan budaya Jawa,” kata remaja yang sangat mengidolakan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

“Sebenarnya tokoh-tokoh pewayangan kita tidak kalah keren kok dengan super hero luar negeri, justru malah lebih menarik wayang. Ceritanya juga sangat menarik daripada dari luar, contohnya lakon Jarasanda Gugur, yang menceritakan tentang seorang raja yang penuh angkara murka,” jelasnya.

Bakatnya makin terasah berkat ketekunan dan dukungan dari ayahandanya Rasim. “Saya kenalkan Beta dengan tokoh-tokoh pewayangan, karena di rumah punya wayang kulit. Anak saya mengamati langsung, lama-lama dia kok senang dan tertarik,” katanya.

Di samping itu ada peran Ki Wiwit Sri Kuncoro yang selalu menggembleng Beta, hingga ia berhasil menyabet juara 1 Dalang Cilik Tingkat Nasional dan Juara Harapan 1 Tingkat Jawa Tengah.

Sementara Dalang Ki Wiwit Sri Kuncoro mengatakan, dalam mendalang itu butuh trik seperti cara sabet yang baik, sanggit (kreativitas dan olah rasa), ontowecono (menambahkan komentar) dan lainnya.

Ia memastikan, Beta masih bisa berkembang dengan maksimal. Maka kami berikan materi-materi supaya menjadi bekal, untuk menjadi dalang kondang yang melestarikan budaya adiluhung.

“Untuk jadi dalang kondang harus punya semangat tinggi, niat dan tekad. Mencintai budaya di masa sekarang itu, sudah jarang anak-anak yang mau belajar, tapi alhamdulillah masih ada generasi seperti Beta yang mau belajar mendalang, agar menjadi dalang yang mumpuni,” harapnya.

Bibit muda lainnya muncul dari Huda Erlangga. Ia mulai menyukai wayang karena kebiasaannya mendengarkan tembang-tembang Jawa dan menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama kakeknya sejak usia dua tahun.

“Sekarang sudah jadi dalang cilik, rasanya bahagia,” ungkap Huda.

Sejak kecil ia sangat mengidolakan tokoh wayang Werkudara, karena memiliki karakter satria yang tangguh.

Kurniatun, ibunda dari Huda Erlangga mengungkapkan, sejak berusia dua tahun, putranya sangat menyukai wayang.

“Kalau ada pagelaran wayang kulit, pas ada nyadran desa, harus pegang wayangnya dulu baru mau pulang,” tuturnya.

Setelah menyadari potensi terpendam, sebagai orang tua sebisa mungkin mencari media untuk menyalurkan bakat anak, dengan menitipkan kepada dalang Ki Tulus Utomo.

Untuk mengasah bakatnya, Huda mendapat kesempatan menunjukkan kepiawaiannya dalam pementasan perdananya saat peringatan Malam 1 Suro 1443 Hijriyah di Aula Kantor Bupati Batang dengan lakon Dursasana Gugur. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184