Batang - Totok Hariyanto (51) pecinta tanaman bonsai pada masa Pandemi COVID-19 mengkreasi bonsai kelapa menjadi karya seni di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (1/8/2021).
Batang - Totok Hariyanto (51)
pecinta tanaman bonsai pada masa Pandemi
COVID-19 mengkreasi bonsai
kelapa menjadi karya seni di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang,
Minggu (1/8/2021).
Totok Hariyanto mengatakan,
saya bukan hanya pecinta bonsai saja namun juga sebagai seniman memanfaatkan
waktu luangnya pada saat pekerjaannya sebagai guru swasta agak luang karena
masih masa pandemi COVID-1
dilakukannya dengan berkarya dan membuat inovasi baru dengan membuat
macam-macam karakter bonsai kelapa diantaranya wajah manusia, tupai, ayam,
burung dan ikan.
“ide
awal sendiri untuk membuat karakter bonsai kelapa karena saya ingin
mengkombinasikan bentuk unik dari bonsai kelapa dibuat menjadi karakter
tertentu, soalnya setiap bonsai kelapa itu kadang bentuknya beragam dan nilai
seni itu ada makanya saya sangat suka,â€
jelasnya.
Membuat karakter
bonsai kelapa ini, Lanjut dia,
sebetulnya sangat mudah tinggal kita dapat mengimajinasikan bentuk bonsai
kelapa menjadi karakter yang kita inginkan dengan melihat lekuk atau bentuk
bonsai kelapanya. Setelah itu kita pahat dengan pisau.
“Penjualan
karakter bonsai kelapa masih disekitar lingkup rumah saja. biasanya ada
keluarga yang ingin menjenguk atau menjemput anaknya di pondok pesantren
sekitar sini tertarik pada saat melihat karakter bonsai kelapa di halaman rumah
saya lalu membeli,†ungkapnya.
Harga karakter
bonsai kelapa dijual dengan
harga Rp300.000,00 sampai Rp500.000,00 tinggal kesulitan karakter yang dibuat.
“Kendalanya
hanya pada menunggu masa pertumbuhan bonsai kelapa, karena yang dapat dibentuk
karakter hanya bonsai kelapa yang sudah berumur 2 tahun minimal. Kalau kurang
dari itu pertumbuhannya belum maksimal,†ujar
dia. (MC
Batang, Jateng/Roza/Jumadi)