Sawah Terdampak Tol, Petani Desa Banjiran Beralih Tanam Bawang

Jumat, 21 Mei 2021 Jumadi Dibaca 1.587 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Sawah Terdampak Tol, Petani Desa Banjiran Beralih Tanam Bawang
Batang - Sebagian petani Desa Banjiran yang sawahnya terdampak jalan tol, mulai beralih menanam bawang merah.

Batang - Sebagian petani Desa Banjiran yang sawahnya terdampak  jalan tol,  mulai beralih menanam bawang merah.

Setelah ujicoba bersama off taker (penyedia bibit dan pembeli) dari PT. Mitra Pilar, di lahan percontohan atau demplot seluas enam hektare, ternyata para petani dapat memanen hingga 27 ton per hektare, melebihi panen di Brebes yang hanya 20 ton per hektare.

Bupati Batang Wihaji mengemukakan, tanah di Desa Banjiran cocok ditanami bawang merah, terbukti dengan panen yang melimpah.

“Petani sangat mudah menyesuaikan dengan kondisi ini selama lebih menguntungkan pasti akan mengikuti, begitu pula sebaliknya. Namun secara rasional lahan di sini lebih menguntungkan,” katanya usai melaksanakan panen raya bawang merah di lahan demplot, Desa Banjiran, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (21/5/2021).

Di sisi lain, Lanjut dia, selama ada  ketersediaan padi mencukupi, tidak mengapa apabila ada petani yang ingin mengalihfungsikan lahannya untuk ditanami bawang merah.

“Sebenarnya tidak masalah kalau padi kita sudah berlimpah dan kalau ada yang mau alih tanam, dari padi ke bawang merah, cukup menjanjikan juga,” jelasnya.

Pemkab Batang akan mendukung sepenuhnya, selama membawa manfaat yang besar untuk masyarakat.

“Tugas kami melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami akan layani dengan berbagai potensi yang dimiliki Pemda, mulai dengan menyiapkan penyuluh pertanian hingga proses pembiayaannya,” tegasnya.

Ia menegaskan, dengan potensi bawang merah yang melimpah, Kabupaten Batang siap mendukung kebutuhan di pasar nasional.

“Hasil panen di sini khusus untuk kepentingan ekspor,” tuturnya.

Selama ini para petani mengeluhkan irigasi yang kurang maksimal, karena sedikit mengalami ketersendatan akibat adanya tol. Untuk mengatasinya, Dispaperta segera berupaya mencari titik-titik yang membutuhkan pompa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Tri Susilarjo menyampaikan, potensi ekspor terbuka luas bagi para petani bawang merah di Batang.

“Selama ini kebutuhan ekspor diambilkan dari Brebes, tapi ke depan dari Batang juga bisa berkontribusi. Terbukti dari demplot hari ini, hasil panennya luar biasa hingga 27 ton per hektare, padahal rata-rata hasil panen bawang merah kita hanya 20 ton per hektare,” ungkapnya.

Menurut dia, ini menunjukkan bahwa Kabupaten Batang berpotensi untuk pengembangan bawang merah.

“Semoga Batang bisa mengembangkan bawang merah lebih dari enam hektare. Tahun ini dari APBN, pemerintah berupaya untuk mengembangkan hingga 30 hektare dengan memfasilitasi bibit unggul, pupuk dan lainnya,” harapnya.

Hingga tahun 2020 lalu, Jawa Tengah mengalami surplus di angka 495.750 ton, sebelumnya di angka 495.000 ton.

“Jawa Tengah mendukung kebutuhan bawang merah nasional sebesar 32 persen. Untuk kebutuhan Jawa Tengah sendiri, 115.000 ton, sedangkan produksi mencapai 611.000 ton,” tandasnya.

Alex Candra, off taker (penyedia bibit dan pembeli) dari PT. Mitra Pilar, mengutarakan, selama ini Brebes mampu memghasilkan 300.000 ton per tahunnya. Artinya mampu mencukupi kebutuhan hingga 75 persen.

“Mudah-mudahan Batang bisa mencapai 5 persen dari kebutuhan nasional atau setara dengan 600 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan nasional sekitar 1 juta ton per tahun,” terangnya.

Selama ini masih tergolong surplus, bahkan bisa ekspor tiap bulan Juli hingga Agustus ke Thailand, Singapura, Malaysia.

“Saya mampu mengekspor di bulan Juli dan Agustus tiap minggunya lima kontener,” ujar dia.

Ia menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan 5 persen, dibutuhkan lahan seluas 600 hektare. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184