Bupati Wihaji menandatangani konsep agar BPI menyetujui apa yang menjadi harapan warga Batang untuk tetap dilibatkan dalam proyek PLTU, di Aula Kantor Bupati Batang, Senin (9/10).
Saya mengharapkan seluruh karyawan yang bekerja di PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) betul – betul mempunyai keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan, jangan sampai mereka yang masuk menjadi karyawan tidak memiliki kemampuan sama sekali. Namun yang terpenting dari semua itu adalah keterlibatan warga Kabupaten Batang dalam proses pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×1.000 MW.
Bupati Batang Wihaji menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dan dialog antara warga terdampak PLTU dengan Pimpinan BPI Ari Wibowo bertempat di Aula Kantor Bupati Batang, Senin (9/10).
“Saya selaku Kepala Daerah akan mendukung proyek PLTU ini karena merupakan proyek nasional, akan tetapi saya juga tidak akan meninggalkan warga Kabupaten Batang yang sudah semestinya dilibatkan dalam pengerjaannya dan semua karyawan dari luar daerah harus mempunyai NPWP di Batang,” ucap beliau.
Selain itu, lanjut Bupati kami harap termasuk dari seluruh kontraktor bisa bekerja secara baik dengan warga Kabupaten Batang, sehingga ke depan dapat mensejahterakan semua pihak. Kami meyakini beberapa hal dapat dilakukan oleh warga Batang, tetapi seandainya memang tidak bisa, mohon diberikan pelatihan atau dilibatkan.
“Semua ini adalah bagian dari harapan kita semua, warga Batang bekerjasama dengan semua pihak. Setelah pertemuan ini kami harapkan ada hasil ke arah lebih baik yang diperoleh, karena tidak bisa dipungkiri uang miliaran rupiah itu telah membantu pertumbuhan perekonomian di Batang semakin baik,” pungkas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama Pimpinan PT. BPI Ari Wibowo mengatakan bahwa kontraktor juga akan memikirkan lebih lanjut untuk melakukan pendampingan kepada kontraktor yang belum bekerja di PLTU, maka akan diberikan kesempatan dengan tetap didampingi.
“Hampir seluruh pekerja yang ada di Batang ini sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Batang, tentunya Pajak Penghasilan (PPh) mereka akan langsung masuk ke Kabupaten Batang, tuturnya.
Sementara itu, menurut Eddy Christian tokoh masyarakat Batang, dalam menyampaikan pendapat tidak boleh ada keributan dan kekerasan. Sudah seharusnya pihak BPI menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Sang Pamomong agar tidak ada fitnah lagi.
Di akhir pertemuan dilakukan penandatanganan konsep agar BPI menyetujui apa yang menjadi harapan warga Batang untuk tetap dilibatkan dalam proyek PLTU. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.