Sunarto anggota DPRD dari fraks PDIP terpilih sebagai Ketua Persatuan Bulutagkis Seluruh Indonesia ( PBSI ) Kabupaten Batang periode 2017-2021. Pemilihan ketua dalam Muyawarah Cabang berlangsung Ruang Sidang DPRD Kabupaten Batang Sabtu, 7/10.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, olahraga Bulutangkis sudah memasyarakat di Kabupaten Batang dan bahkan hampir semua desa memiliki lapangan, namun sampi saat ini kita belum memiliki GOR Indor yang rpresntatif sebagi pusat olah raga.
“ kita sudah pikirkan dan sudah masuk RPJMD dan semoga lima tahun kedepan akan kita bangun Indoor sebagai sport center yang di dalamnya ada juga lapangan bulutangkis.” Kata Wihaji
Menurutnya, Masyrakat Kabupaten Batang sangat gemar sekali berolahraga yang utama sepak bola dan Bulutangkis yang sudah memasyarakat, sehingga perlu sekali turnamen yang berjenjang agar lahir bibit – bibit atlit yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Batang.
“ untuk menggiatkan kembali olahraga Bulutangkis Pemkab akan menggelar turnamen Bulutangkis Bupati Cup, karena pecinta olahraga bulutangksi di batang sangat banyak kedua setelah Sepak bola. “ Kata Wihaji
Ketua PBSI terpilih Sunarto mengatakan, Kabupaten Batang mertupakan salah satu 35 Kabupaten – kota yang sampai saat sekarang belum memiliki fasilitas GOR Indor, padahal dari segi prestasi di tahun – tahun ini kita sangat bagus di bidang olah raga, hanya saja fasilitas kurang mendukung.
“ karena kurangnya fasilitas sehingga dukungan sponsor belum melirik atlit kita di semua cabang olah raga, berbeda dengan Kabupaten lain yang saran prsarana memenuhi, animo masyrakatny luar bisa sehingga sponor akan memberikan dukungnya.” Kata Sunarto yang sebelumnya juga menjabat sebagi Ketua PBSI periode 2013-2017
Kami juga berharap ada dukungan dari Pemerintah daerah yang di dalamnya ada Bupati, DPRD dan Masyarakat untuk bersama – sama memajukan olahraga di Kabupaten Batang, karena prestasi olahrraga sudah mulai meningkat.
“ Prestasi Bulutangsi dieven Dulongmas kita meraih 1 emas, 1 perak, dan kemarin yang mewakili UMY di turnamen antar mahasisiwa itu dari Batang.” Jelasnya
Sunarto mengatakan, Dalam dekat di bulan Desember PBSI Kabupaten Batang akan menggelar turnamen Bulutangkis tingkat Karsidenan plus Kabupaten Kendal dan Banyumas, untuk multi even. Even tersebut untuk menggairakan olahraga juga yang ada multi player efek terhadap perhotelan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Batang.
Sekertaris PBSI Jawa Tengah Iswoyo berharap ada peningkatan kualitas atlit karena di era millennia sekarang ini identias atlit sangat penting, karena tidak semua atlit terdata dan masuk data base dan upaya idikat tersebut untuk lebih banyak menjaring atlit.
“ karena di era digital sekarang ini atlit harus didata seperti e KPT. Karena even olahraga sekarang pendaftaranya sudah secara online, sehingga aspek sportifitas dan kejujuran menjadi masalah utama dan pokok karena banyak pemalsuan umur.
Sekertaris PBSI juga meminta kepada pengurus PBSI Kabupaten Batang untuk segera mengidentifikasi atlit dengan pendataan, karena bulan juli kedepan ada pemutihan atlit yang harus sesuai umur dan pembinaan atlit harus sesuai dengan prestasi. (Edo/Humas/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.