Batang - Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan tetap hidup dan bersemangat menyambut hadirnya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, karena dengan hadirnya perusahaan-perusahaan ternama internasional berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Batang - Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
akan tetap hidup dan bersemangat menyambut hadirnya Kawasan Industri Terpadu
(KIT) Batang, karena dengan hadirnya perusahaan-perusahaan ternama
internasional berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang Uni Kuslantasi
Wihaji usai meninjau sejumlah stand, untuk memeriahkan launching Perpusdes
Mercusuar di Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Sabtu
(21/11/2020).
“Insya Allah kalau UKM tidak ada matinya, apalagi di
negara-negara besar saat ini UKM yang diberdayakan dimulai dari Negara Amerika
Serikat sekarang semua UKM-nya sudah diberdayakan, terlebih Indonesia yang
sejak awal telah memanfaatkan UKM dalam kegiatan perekonomian,†katanya.
Peran UKM, menurut Uni Kuslantasi sangat penting,
karena merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia
untuk bersaing di bidang perekonomian.
“Ini suatu cara dalam rangka memapankan pelaku UKM,
ketika kemajuan itu tiba mereka juga ikut maju menggerakkan roda perekomomian,â€
tegasnya.
Sementara itu, salah pelaku UKM, produk kopi khas
Silurah, Silvi menyambut positif pembangunan KIT Batang.
Para pelaku UKM tetap mendukung sepanjang
mengikutsertakan warga Kabupaten Batang dalam setiap kegiatan perekonomian didalamnya.
“Sekarang ini kan lapangan kerja masih dibutuhkan
masyarakat, masih banyak anak-anak muda zaman sekarang yang berpotensi tapi
belum memperoleh pekerjaan. Jadi kepinginnya setelah KIT Batang beroperasi
semua karyawannya adalah orang Batang,†pintanya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)