Penilaian Lomba Desa Siaga untuk menciptakan desa yang tanggap terhadap permasalahan kesehatan
Setiap kali menghadapi permasalahan kesehatan, selama ini warga desa selalu mengharuskan periksa ke Puskesmas. Meskipun tempat tinggal mereka berdekatan dengan Puskesmas harapannya warga tidak harus periksa ke Puskesmas, tetapi alangkah baiknya diselesaikan terlebih dahulu di tingkat desa.
Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Kelembagaan Adat dan Sosial Budaya Endang Setyaningsih yang ditemui di ruang kerjanya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Selasa (26/9).
Menurut Bu Tinuk sapaan akrab beliau, sebagai contoh dari hasil pengamatan dan survei ada sebuah desa yang masyarakatnya banyak terjangkit penyakit diare. Ternyata setelah disurvei penyebabnya adalah karena tempat tinggal yang berdekatan dengan sampah.
“Dengan adanya program Desa Siaga, masyarakat diharapkan mampu mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut di tingkat desa. Misalnya warga desa menggunakan bank sampah kemudian dipilah ditambah lagi kebiasaan kerja bakti sehingga desa menjadi bersih dan warganya bebas penyakit,” jelasnya.
Bu Tinuk menambahkan hasil pengamatan di Desa Pecalungan, 100% kaum Ibu sudah menerapkan ASI Eksklusif dan ternyata Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah menjadi kebiasaan sehari – hari di beberapa desa lainnya. Untuk hasil dari Lomba Desa Sehat beberapa waktu lalu, kini masih dalam proses penilaian dewan juri dan hasilnya akan diumumkan bulan November 2017. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.