Para peserta Lomba Masak Ikan mulai mengolah ikan dengan berbagai macam variasi menu keluarga
Guna menindaklanjuti Instruksi Presiden tentang peningkatan konsumsi makan ikan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) menyelenggarakan Lomba Masak Ikan yang diikuti 15 Kecamatan. Tujuannya agar mendorong minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan yang dapat diolah dengan berbagai macam olahan namun tidak menghilangkan nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut disampaikan Kasi Usaha Perikanan Dislutkanak Ibnu Abihatim yang ditemui di ruang kerjanya Dislutkanak Kabupaten Batang, Jum’at (22/9).
Ibnu mengatakan terkait dengan Lomba Masak Ikan yang diselenggarakan di Objek Wisata Si Kembang Blado supaya dapat meningkatkan ketahanan pangan dan lomba tersebut juga didukung oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang dengan harapan bisa disosialisasikan dari tingkat Kecamatan hingga ke rumah tangga sudah mengolah ikan secara baik dan benar, meningkatkan keterampilan, memperkaya keanekaragaman dalam memasak ikan untuk keluarga dan menyebarluaskan informasi tentang kandungan gizi pada ikan.
“Dasar penilaian yang digunakan antara lain cita rasa, nilai gizi yang terkandung, kreativitas dan inovasi dalam mengolah ikan. Sebagai dewan juri mengundang langsung Ketua Tim Penggerak PKK Uni Kuslantasi Wihaji, Ketua Dharma Wanita Dislutkanak, Pakar Kuliner Chef Siprianus, Ahli Gizi dari Dinkes Dwi Purwaningsih, Guru Tata Boga Melly dan Dispaperta Siti Ma’rifah,” jelas Ibnu.
Untuk pemenangnya lanjut Ibnu, juara 1 Kecamatan Warungasem menu Bandeng Sarang Burung dan Sop Bandeng Hula – hula dengan nilai 1.035, juara 2 Kecamatan Blado menu Lemper Bandeng Bakar dan Cimpring Rasa Bandeng dengan nilai1.030, juara 3 Kecamatan Reban menu Bola Mini Bandeng dengan nilai 1.010, juara 4 Kecamatan Subah Menu Siomay Ikan Bandeng dengan nilai 1.005, juara favorit Kecamatan Batang menu Kue Mangkuk Oeben dengan nilai 980.
“Kita sengaja memilih ikan bandeng sebagai bahan dasar karena jumlahnya yang melimpah di Kabupaten Batang dan agar Tim Penggerak PKK lebih berkreasi lagi dalam mengolah menu berbahan dasar ikan,” imbuhnya.
Ibnu mengharapkan agar Tim Penggerak PKK di tingkat Kecamatan lebih peduli dengan memperhatikan gizi keluarga melalui menu ikan yang diolah sekreatif mungkin. Rencananya bagi juara 1 akan diikutkan dalam Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi Jawa Tengah bulan April 2018. Sebagai langkah persiapan Ketua TP PKK Kabupaten Batang bersama chef ahli akan melakukan pendampingan agar memperoleh hasil terbaik.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Uni Kuslantasi Wihaji menambahkan Lomba Masak Ikan ini untuk melatih kreativitas anggota Tim Penggerak PKK dalam mengolah ikan dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.