Batang - Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jusuf Kalla dan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa menyaksikan penandatanganan perjanjian pembangunan dan operasional museum sejarah Nabi Muhammad SAW, di Riyadh Arab Saudi, Minggu (25/10/2020).
Batang - Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi
Muhammad SAW Jusuf Kalla dan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Dr. Muhammad Abdul
Karim Al-Isa menyaksikan penandatanganan perjanjian pembangunan dan operasional
museum sejarah Nabi Muhammad SAW, di Riyadh Arab Saudi, Minggu (25/10/2020).
Acara juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Sejarah Nabi
Dr. Syafruddin, Duta Besar RI di Riyadh Agus Maftuh Abegabriel, Mantan Menteri Hukum
dan HAM Prof. Dr. Hamid Awaluddin, Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam Syaikh
Abdurrahman Al-Mator, Kepala Kantor Kantor Liga Jakarta (Mantan Duta Besar
Saudi di Jakarta) Abdurrahman Al-Khoyyat, Wakil Ketua Yayasan Wakaf Assalam
Makkah Al-Mukarromah Prof. Dr. Abdullah Al-Qorni, Pimpinan Pondok Modern
Tazakka/Sekretaris Yayasan Sejarah Nabi Anizar Masyhadi, Ali Hassan Bahar dan
Direktur Tawaf TV Buyung Wijaya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad
SAW Jusuf Kalla menyampaikan, bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui jalur
dagang yang dilakukan oleh orang Arab. Museum adalah cara kita untuk melihat ke
belakang, namun dengan hal tersebut menjadi hikmah dan nilai-nilai yang dapat
dipetik untuk kemajuan peradaban manusia di masa depan.
“Bahwa di dalam museum nantinya akan ditampilkan
sejarah tentang masuknya Islam di Indonesia dan perkembangannya, hal ini sangat
penting karena Indonesia merupakan negara terbesar dengan jumlah penduduk
beragama Islam,†jelasnya.
Dijelaskannya, museum ini akan menampilkan islam
yang moderat, Islam yang mengajarkan kedamaian, toleransi dan kasih sayang
terhadap seluruh umat manusia.
Sementara itu, Sekjen Liga Dunia Islam Dr. Muhammad
Abdul Karim Al-Isa menegaskan, bahwa museum yang akan segera dibangun di
Jakarta Indonesia adalah museum pertama (setelah museum utama di Madinah
al-Munawwaroh) yang terbesar dan terlengkap.
"Museum akan menampilkan seluruh nilai-nilai,
kehidupan dan visualisasi dari Rosulullah Muhammad SAW, seakan akan kita
melihat dan merasakan langsung pada zamannya," ungkapnya.
Museum akan menjadi pusat sejarah Nabi Muhammad SAW
dan nabi-nabi lainnya. Museum akan dipenuhi dengan "At-Tahiyyatu
Lillah" nilai-nilai yang mencerminkan keagungan Allah SWT.
"Lebih dari 200 tema karya ilmiah dan
insklopedia tentang berbagai hal yang berkenaan dengan sejarah dan peradaban
Islam akan ditampilkan dengan
menggunakan teknologi terkini", imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Yayasan
Sejarah Rasulullah sekaligus Pimpinan Pondok Modern Tazakka Bandar, Kabupaten
Batang, Ustaz Anizar Mashadi menambahkan, museum tersebut nantinya akan menjadi
destinasi wisata dan edukasi religi terbesar di Indonesia.
“Di dalamnya akan menampilkan seluruh aspek
kehidupan dan dihadirkan pula benda-benda peninggalan Rasul serta kehidupan
masyarakat Makkah dan Madinah di masa Nabi,†bebernya.
Lebih lanjut, Ustaz Anizar menerangkan, museum
tersebut juga mengedukasi masyarakat tentang seluruh nilai yang ditekankan
Rasulullah dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan toleransi antar umat
beragama.
Manfaat besar bagi kalangan akademisi yakni menjadi
sumber ilmu pengetahuan, bagaimana Islam sejatinya yang merupakan rahmat bagi
seluruh alam dan penuh kedamaian. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)