Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang

Selasa, 06 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.111 kali IKM UKM UMKM
Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang
Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

“Saat ini sudah terjadi segmentasi pekerjaan di sektor industri batik, maka LSP Batik membuat skema berbasis pada okupasi atau pekerjaan yang tersedia sesuai penelitian dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” kata Manajer LSP Batik Rodia Syamwil, usai memantau proses sertifikasi pembatik di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut, Rodia menerangkan, LSP Batik lebih berfokus untuk menguji berdasarkan skema. Dan khusus di Kabupaten Batang peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi hanya di bidang batik tulis, karena menjadi profesi yang banyak diminati perajin setempat.

“Uji kompetensi sebetulnya bukan ujian, tetapi hanya sebuah proses mengumpulkan bukti-bukti berupa dokumen, pengetahuannya yang digali melalui pertanyaan yang diajukan dan kami melihat langsung cara pembatik bekerja mulai dari memegang canting,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya berfokus pada kaum pekerja yang telah lama berkecimpung sebagai pembatik, maupun yang akan berkecimpung. Hal itu dibuktikan dengan dirinya sudah terikat pada suatu paguyuban atau menjadi pekerja di suatu industri batik.

“Saat ini di seluruh Indonesia sudah tercatat di Kementerian Perindustrian ada 222 ribu pekerja di sektor batik. Sedangkan yang telah disertifikasi baru 12 ribu pembatik, jadi masih tersisa 210 ribu pekerja yang belum tersertifikasi, dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang yang berjumlah 500 perajin,” terangnya.

Rodia menambahkan, bagi pembatik yang telah bersertifikat tentu memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan sudah berani menampilkan karya terbaiknya.

“Fasilitas pelatihan dan sertifikasi dari Pemerintah Pusat akan terus berlanjut, karena para pembatik masih ada yang belum memiliki kesadaran untuk mensertifikasikan kemampuan yang dimilikinya,” tandasnya.

Sementara, Salah satu pembatik Isnaini dari Desa Denasri Kulon menuturkan, sertifikat yang telah diperoleh ini menjadikan kepercayaan diri meningkat, dibandingkan sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi pembatik.

“Sertifikat ini seperti kami mendapat “SIM” sebagai seorang pembatik. Mudah-mudahan ke depan bisa buka usaha sendiri karena selama ini masih ikut kerja di industri batik,” ungkapnya.

Sertifikat ini merupakan bukti bahwa dirinya telah lulus sebagai pembatik yang berkemampuan dan diakui oleh pemerintah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184