Batang - Seni ukir kayu adalah salah satu seni tertua umat manusia, penggunaan kayu ada sebagai hal universal dalam budaya manusia untuk menciptakan atau meningkatkan teknologi dan sebagai media kesenian.
Batang
- Seni ukir kayu adalah salah satu seni tertua umat
manusia, penggunaan kayu ada sebagai hal universal dalam budaya manusia untuk
menciptakan atau meningkatkan teknologi dan sebagai media kesenian.
Mungkin akhir-akhir
ini ukiran kayu sudah menjadi barang dengan harga jual mahal sesuai kualitas
karya seninya dan dapat meneruskan tradisi budaya.
Hal ini yang
menjadi motivasi Juniyanto (32) salah satu warga di Desa Wonokerso, Kecamatan
Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang mempunyai keterampilan mengukir
kayu.
Juniyanto
menjelaskan,
keterampilan mengukir kayu yang saya dapat ini sudah sejak 9 tahun lalu. Pada
awalnya saya tidak mempunyai keterampilan sedikit saja dari kecil, mulai dari
10 tahun lalu saat itu saya mengabdi untuk membersihkan makam Wali Sultan Hadirin yang dikenal
sebagai Sultan pertama di Jepara yang mengajarkan
seni ukir.
“Kemudian
suatu malam saya bermimpi untuk menemui Kiai Ali Ke Desa Kawak Jepara untuk belajar
mendalami islam. Karena kebetulan cita-cita saya dari kecil menjadi Kiai
makanya tekun belajar mendalami islam,â€
tuturnya.
Lebih
lanjut, setelah 6 bulan kemudian saat Kiai Ali
sakit dan saya melihat di dinding rumahnya ada ukiran kayu kaligrafi, pada waktu itu baru
cerita bahwa Kiai Ali seorang pengukir kayu salah satu yang terkenal di Jepara.
“Dari
situlah keinginan saya belajar mengukir muncul dan Kiai Ali sangat rendah hati
mengajarkan keahlian mengukirnya kepada saya,â€
jelasnya.
Proses pembuatan
foto ukiran kayu sendiri cukup mudah dan sederhana, bahan utama yang dibutuhkan
lempengan kayu yang bisa diambil dari pohon jati yang kita sudah bentuk kotak
sesuai ukuran, kemudian kita tempelkan foto yang akan dijadikan desain di dalam
foto ukiran kayunya baru setelah kering bisa diukir.
“Untuk
mengukir satu foto membutuhkan waktu 15-45 menit tergantung kesulitan dan
bentuk fotonya. Dalam sehari dapat mengukir 5-10 foto ukiran kayu. Hanya proses
pengecatan kayunya saja yang membutuhkan waktu sehari,†terangnya.
Produk foto
ukiran kayu dipasarkan dengan melalui media sosial facebook dan dibanderol
dengan harga Rp200.000,00 per foto ukiran kayu.
“Untuk omset
terbilang bagus, rata-rata dalam sebulannya bisa mendapatkan Rp6.000.000,00,†imbuhnya.
Ia berharap,
tradisi mengukir kayu ini bisa turun-temurun kepada generasi muda. Jika ada
yang ingin belajar mengukir dengan senang hati saya akan membimbing belajar
sampai bisa mengukir. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)