Bupati Batang Whaji didampingi Forkopimda luanching Aplikasi Sistem Informasi Komoditas
Bupati Batang Wihaji Senin 4/9 launching Sistem aplikasi informasi Komuditas harga di Pasar tradionoal Kabupaten Batang. “ Sistem informasi komuditas ini dapat di ketahui melalui harga – harga minimal di seluruh tiga minimal tiga pasar tradisonal di Kabupaten Batang seperti, Pasar Batang, Limpung dan Pasar Bandar. “ Kata Wihaji di Aula Kantor Bupati setempat.
Ia juga mengetahui aplikasi ini sangat membantu pemerintah untuk dapat segra mengendalikan komuditas di pasar yang mengalami kenaikan harga yang tidak wajar, sehingga pemerintah secara ceat dan segara melakukan operasi pasar.
“Dengan mengetahui harga – harga komuditas, maka kalau ada gejolak harga bisa di kendalikan oleh Tim pengendalian inflasi daerah untuk melakuka operasi pasar, mlalui sistem ini kita bisa mengontrol karena informasi data tersesebut di dapat perhari.” Katanya.
Aplikasi Sistem Informasi tersebut juga bisa di manfaatka oleh masyarakat sebagai panduan berbelanja di pasar tradisonal, karena aplikasi ini bisa di lihat atau di unduh melalui HP android dan kami harapkan aplikasi ini dapat di manfaatkan masyarakat umum untuk mengetahui harga kebutuhan pokok.
“Masyrakat juga bisa melaporkan ke pemerintah ketika di ketahui ada lonjakan harga yang tidak wajar agar kita tahu untuk melakukan tindakan agar tidak terjadai inflasi yang terlalu tinggi, karena harga memang terkadang berbeda antara pasar satu dengan pasar yang lain. Aplikasi ini juga ada harga pembanding dari pasar Kendal dan Peklongan.” Jelasnya.
Bupati Wihaji juga mengatakan, Selama tiga bulan menjabat sudah banyak yang di lakukan oleh pemerintah Batang dalam berinovasi, sehingga kami sudah dapat melakukan evaluasi dalam rangka mempercepat pembangunan.
“Kita akan membentuk tim percepatan pembangunan untuk mempercepat tiga liding sektor yaitu Perindustrian untuk meningkatkan perekonomian, Sektor Pariwisata, Sektor Kominfo yang berbasis teknologia aplikasi dalam rangka melayani masyarakat.” Kata Bupati Batang.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM M. Isnanto mengatakan, Aplikasi Sistem Informasi Komuditas di gagas oleh Endang Rahmawati Kasi Bimbingan Usaha dan Sarana Perdagangan Bidang Perdagangan. Sistem ini merupakan suatu penggunaan informasi teknologi yang dapat menciptakan budaya efektif dan baik dan berguna bagi Pemerintah serta masyrakat umum.
"Sistem ini dapat di lihat di situs atau Web disperindagkop.batangkab.go.id yang memperlihatkan ketersediaan komoditas di Kabupaten Batang tercukupi atau tidak karena dalam sisitem tersebut terbaca mengenai ketersedeian stok komuditasdi hari itu juga surplus atau minus.” Katanya.
Sistem aplikasi ini sangat bermanfaat utamanya bagi pemerintah dalam menangani adanya gejala yang akan timbul dikarenakan kekurangan stock komoditas, utamanya kebutuhan Pokok Masyarakat seperti Beras, Gula, Minyak Goreng, Terigu, Telur, Ayam Ras, Daging Sapi, ikan segar Bawang Merah, Cabe dan Kedelai yang merupakan bahan pokok pembuatan Tempe dan Tahu.
“Apabila ada suatu komoditas yangkekurangan stock dalam mencukupi kebutuhan muuan terbaca di dalam sehingga merupakan Early warning / peringatau dini bagi Pemerintah Daerah untuk segera melakukan tindakan pencegahan adanya inflasi di sejumlah suatu komoditas yung mengalami kekurangan stock.” Kata Isnanto. (Edo/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.