Rapat Akbar dalam rangka menolak Permendikbud No. 23 Tahun 2017 oleh anggota Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dihadiri Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono, Ketua PCNU Batang H. Achmad Taufiq dan seluruh guru Madrasah Diniyah di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Senin (28/8).
Seluruh anggota Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengadakan Rapat Akbar dalam rangka menolak Permendikbud No. 23 Tahun 2017. Tujuan utamanya adalah menolak adanya kebijakan pemerintah tentang Full Day School (FDS) yang dinilai memberatkan para peserta didik, di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Senin (28/8).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono, Ketua PCNU Batang H. Achmad Taufiq dan seluruh guru Madrasah Diniyah.
Bupati Wihaji mengatakan akan segera menyampaikan semua aspirasi dan menindaklanjuti hasil rapat akbar ini kepada Pemerintah Pusat. Pendidikan tidak hanya masalah pengajaran saja, tetapi lebih dari itu mengenai nilai dan hubungan anak dengan orang tua.
“Kita semua bersatu untuk menolak kebijakan FDS dengan melanjutkan ke Pemerintah Pusat yang mempunyai kebijakan dan harapannya mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat Kabupaten Batang,’ ucap Bupati.
Sementara itu Ketua PCNU Batang Achmad Taufiq menyampaikan bahwa hari ini warga NU tidak mendemo Bupati, tetapi mengadakan rapat akbar menolak kebijakan FDS.
“Kami menyatakan menolak dengan tegas Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang 5 hari sekolah karena tidak sesuai dengan UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan menolak kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentang FDS yang menimbulkan keresahan masyarakat,” katanya.
Achmad Taufiq mendesak Pemerintah Pusat untuk mencabut dan membatalkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 serta menerbitkan Peraturan Presiden tentang pendidikan karakter yang bersifat holistik, integratif dan nondiskriminatif.
Achmad Taufiq menambahkan berdasarkan hasil pengamatan para siswa yang mengikuti pelajaran melebihi dari jam 2 siang sudah tidak mampu berkonsentrasi lagi. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.