Batang - Pekerja di tempat wisata menjadi profesi yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Sebagai orang yang harus berkomunikasi langsung dengan wisatawan, mereka kini diliburkan sampai waktu tidak bisa ditentukan.
Batang - Pekerja di tempat
wisata menjadi profesi yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Sebagai orang
yang harus berkomunikasi langsung dengan wisatawan, mereka kini diliburkan
sampai waktu tidak bisa ditentukan.
Hal tersebut
disampaikan oleh Sigit Pramono yang bekerja di salah satu tempat wisata yang
berada di Kabupaten Batang.
“Pandemi
Covid-19 membuat kehilangan penghasilan pokoknya, akhirnya banting setir berjualan takjil
saat sore hari.†kata
Sigit Pramono saat diwawancarai di tempat jualannya di Jalan RE Martadinata
No.7 Karangasem Selatan Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Kamis (7/5/2020).
“Hasil
pendapatan tersebut sebenarnya tak mencukupi disituasi seperti ini. Pekerja di
tempat wisata akan sulit untuk dapat bertahan dari dampak Covid-19 menggucang
industri pariwisata†jelasnya.
Dijelaskannya,
dengan situasi seperti ini pekerja di tempat wisata di Kabupaten Batang masih
berusaha bertahan semaksimal mungkin terkait finansial. Namun tidak dapat
memprediksi akan sampai kapan dapat bertahan.
“Dengan
berjualan takjil untuk buka puasa dengan menyajikan es timun emas dan es pisang
ijo yang dijual dengan harga Rp5.000 per
gelas, cukup untuk kebutuhan sehari-hari.†tuturnya.
Ia berharap, perhatian dan simpati
dari Pemerintah Kabupaten Batang dapat memberikan bantuan dengan tepat sasaran
tidak ada yang dirugikan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi).