Batang - Penurunan angka stunting yang diharapkan oleh semua pihak dapat terwujud, jika ada peran aktif dari lintas sektor di Kabupaten Batang.
Batang - Penurunan angka stunting yang diharapkan
oleh semua pihak dapat terwujud, jika ada peran aktif dari lintas sektor di
Kabupaten Batang.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Seksi Promosi
Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,
Rita Utrayani saat Pertemuan Lintas Sektor Dalam Rangka Penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting, di Hotel Sendang
Sari, Kabupaten Batang, Kamis (12/3/2020).
“20 persen AKI/AKB dan stunting bisa diturunkan oleh
Dinas Kesehatan selebihnya 80 persen adalah peran dari lintas sektor yang bisa
diturunkan lebih maksimal,†katanya.
Lebih lanjut, Rita menerangkan, dengan terpadunya
peran lintas program dan sektor seperti masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) terkait maupun institusi pendidikan angka itu bisa ditekan.
Di samping kerjasama seluruh sektor, Rita
mengharapkan adanya pendampingan terhadap masyarakat sesuai tugas pokok dan
fungsi masing-masing, untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik.
“Pendampingan itu dapat dilakukan dari program
seperti kesehatan, bercocok tanam yang baik dan memberdayakan masyarakat yang
bisa membangun artinya kebiasaan hidup yang sehat sudah tumbuh dari dalam diri
mereka sendiri,†jelasnya.
Langkah lain yang dapat mengatasi stunting adalah
lingkungan yang bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open
Defecation Free (ODF), karena sangat berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
Dengan menerapkan ODF, berarti perilaku masyarakat terhadap kesehatan sudah
bagus dan angka stunting dapat ditekan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK
Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji menyampaikan, untuk membiasakan warga
dalam berperilaku baik diperlukan kerjasama seluruh elemen, dengan terus
membangun sinergi sehingga program langsung terealisasi.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi wacana saja, tapi
harus ada tindak lanjut yang nyata bersama dinas terkait,†terangnya.
Saat ini PKK pun sedang melakukan pemantauan kepada
para kader di desa-desa. Hal itu sekaligus dimanfaatkan untuk memantau Posyandu
yang diharapkan terus menggaungkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
“Masyarakat pun perlu disampaikan pemahaman tentang
AKI/AKB, karena ibu dan bayi sehat tidak akan terjadi stunting,†pungkasnya.
Ia mengimbau, masyarakat harus memperhatikan mulai
dari hal terkecil untuk membantu Pemerintah Kabupaten Batang meningkatkan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui penurunan AKI/AKB dan stunting. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)