Pengunjung dan Pasien RSUD Kalisari Harus Parkir di komplek Pujasera

Rabu, 02 Agustus 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 836 kali Kesehatan
Pengunjung dan Pasien RSUD Kalisari Harus Parkir di komplek Pujasera
Parkir Pujasera
Pusat Jajanan Selera Rakyat ( PUJASERA ) yang berada di Kalisari Batang atau tepatnya di sebelah selatan RSUD hampir setun di resmikan namun sepi pengunjung atau pembeli, sehingga pedagang enggan menempati ruku atau lapak yang telah di fasilititasi oleh pemerintah.

Melihat kondisi yang memprihatinkan bagi pedagang Pemerinta Kabupaten Batang melalui dinas Perindustrian dan perdagagangan, melakukan kerja sama dengan pihak RSUD Kali sari Batang untuk ikut meramikan kembalai PUAJERA sebagi pusat Kuliner.

Kepala Dinas Perindustrian Perdaganagan Koperasi dan UKM M. Isnanto mengataan, Pujasera yang di bangun sejak tahun 2015 dengan nilai anggaran Rp. 1,2 milyar yang pada tahun 2016 selesai di bangun dan tanggal 26 september 2016 di resmikan oleh Wakil bupati Batang Soetadi waktu itu.

"berdirinya Pujasera bertujuan agar pedaganagn Kakilima di sekitar Kali sari atau Rumah sakit tidak berjualan di trotoar dan untuk menertibkan pedagang, namuan berjalanya waktu Pujasera tidak berkembang atau sepi pengunjung.” Katanya dalam Penataan Pedagang dan Parkir Pujasera Selasa, 1/7 di Kalisari Batang.

Berbagai permintaan pedagang kakilima pujasera kita turuti supaya pusat kuluiner tersebut menjadi ramai pengunjung dan pemebli, dan permintaan yang terkhir ini agar di buka pintu rumah sakait agar pengunjung rumah sakit bisa memiliki akses ke Pujasera.

"kita sudah melakukan kerjasa dengan pihak Rumah sakit untuk menggunkan lahan pujasera sebagai lahan parkir Rumah sakait, dengan tujuan agar pusat jajan selera rakyat ini menjadi ramai yang secara otomatis ada pembeli dan pengunjungnya.” Jelasnya dalam kegiatan yang di hadiri Bupati Batang wihaji dan Wakilnya Suyono.

Isnanto juga mengatakan sebagai pedagang harus memiliki strategi pemasaran yang baik dan harus juga sebagai pedagang makanan harus memiliki kualitas rasa yang enak, harganya murah pelayanannya ramah dan baik pembeli akan datang sendiri.

“jangan salahkan tempatnya, kalau tempat itu dimanapun ketika rasanya enak harganya murah dan pelayananya ramah dan bagus, dimana tempatnya akan di cari pembeli tapi kalau harganya mahal, jajanya tidak enak yang dagagng tidak ramah pasti tidak laku.” Jelas IsnantoDirektur Rumah Sakit dr. Junedi juga menambahkan, karena keterbatasan lahan parkir di Rumah Sakit Daerah Kalisari Batang, sehingga kita haru mencarikan lahan parkir yang bersinergi dengan dinas Perdagangan untuk memanfaatkan lahan parkir Pujasera.

“ada suatu tujuan yang sama bahwa Rumah Sakit bisa memberikan pelayanan parkir, karena selain memberikan pelayanan di dalam rumah sakit, parkir adalah pintu utama sehingga pelayanan selanjutnya bisa menjadi baik.” Kata dr. Junedi.

Lanjutnya, setelah mendapatkan fasilitas parkir bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk semua pasien dan pengunjung rumah sakit yang membawa sepeda motor harus parkir berda di komplek Pujasera.

Bupati Wihaji yang hadir dalam Penataan Pedagang dan Parkir Pujasera mengatakan, kami berharap dengan pasien dan pengunjung Rumah Sakit yang memarkir kendaraan di Pujasera bias berlalu lalang disini yang kemudian bisa belanja di sisni.

“Insaalah kalau nanti ada parkir disini pujasera akan ikut ramai juga orang yang mau belanja makanan.” Kata bupati Wihaji.

Bupati juga meminta kepada pedagang Kaki lima untuk perbanyak berdoa dan melakukan kreatif dan inovasi dalam berdagang dan tetap menjaga rasa enaknya. “ pemerintah akan membantu mencari solusi bagaiman untuk meramaikan Pujasera sebagi pusat kuliner dan dengan adanya parkir disini kami berkeyakinan akan ada perubahan menjadi ramai.” Katanya. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 100
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184