BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan

Sabtu, 30 November 2019 Jumadi Dibaca 1.026 kali Seni dan Budaya
BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan
Batang - Dewan Kesenian Daerah (DKD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang berkolaborasi dalam event tahunan Batang Art Festival (BAF).

Bupati Batang Wihaji usai menikmati pementasan seni dari para seniman baik dalam maupun luar daerah mengemukakan, bahwa seni dan budaya tidak terpisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Maka setiap kali menghasilkan karya, para seniman tentu syarat akan makna dan kritik, namun tetap menjaga kesantunan.

“Cara mengkritiknya biasanya dengan berbagai ekspresi, salah satunya dengan media lukisan, tari dan teater. Rata-rata kritik sosial semua, saya suka itu, karena dengan kritik pendekatan budaya tidak akan melukai,” ungkap Bupati Batang Wihaji di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (30/11/2019) malam.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan, andai kata pemimpin dikritik dengan media seni tidak marah, berbeda jika disampaikan dengan ucapan. 

“Tapi, kalau dengan lukisan atau tari, sekeras apapun kritik sosialnya kita tetap menyambut dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Bupati mengatakan, saat ini perkembangan seni budaya di Kabupaten Batang tumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, ketika Tim Penggerak PKK menggelar lomba karawitan, respon pecinta dan pelaku seni sangat tinggi.

“Tahun yang akan datang, semoga event BAF ini bisa semakin menunjukkan keunikannya, sehingga masyarakat bisa menikmatinya, sekaligus untuk mempromosikan Kabupaten Batang menuju Visit Batang Year 2022, Heaven of Asia, masuk dalam kalender wisata,” tandasnya.

Ketua DKD Batang Tri Bakdo menuturkan, setiap kali gelaran BAF, dirinya selalu menampilkan kekuatan kearifan lokal.

“Batang itu keseniannya kaya banget kok. BAF itu kan pestanya para seniman, khususnya seniman Batang yang mengedepankan tradisi, dikemas menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Tri Bakdo yang juga seorang perupa menerangkan hasil karyanya yang menyajikan tema tentang kegelisahan kebudayaan, dengan judul “Mau Dijual ke Manakah?”. 

“Dalam lukisan itu ada beberapa wayang yang diletakkan di dalam sebuah kardus, di sana tertulis “Not For Sale”, karena kesenian dan kebudayaan kita banyak diakui oleh negara lain, padahal itu barang milik negara, tidak untuk diperjualbelikan,” paparnya.

Tri Bakdo menambahkan, lewat lukisan itu, dirinya melakukan perlawanan, agar seni dan budaya milik bangsa Indonesia tidak diambil bangsa lain.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, kolaborasi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun, untuk melahirkan generasi yang cinta budaya.

“Kolaborasi ini menghasilkan keunikan tersendiri, sehingga DKD dan Disdikbud akan terus mengawal cita-cita Bupati untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas dalam berkesenian,” katanya.

Pesta bagi para seniman dan pecinta seni itu digelar sejak 30 November - 2 Desember mendatang. Menampilkan kesenian tradisional seperti doger, sintren, kuda lumping,  teater dan pameran lukisan dari 50 perupa, yang dapat disaksikan masyarakat Batang dan sekitarnya, di panggung utama Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184