Bupati saat menandatangani dokumen pelantikan kepala desa.
Selama ini masyarakat terbiasa memiliki pola pikir latah (mengikuti tren) tanpa melihat potensi daerah sendiri yang sebenarnya mampu bersaing dengan daerah lain. Bupati Wihaji menekankan kepada para Kepala Desa (Kades) supaya mampu menggerakkan dan mengubah pola pikir latah menjadi warga yang mempunyai pola pikir kreatif dan menghasilkan inovasi baru dalam setiap produk yang dihasilkan. Hal tersebut disampaikan Bupati setelah melantik Kepala Desa (Kades), di aula kantor Bupati Batang, Kamis (6/7).
Ada 3 Kepala Desa yang dilantik oleh Bupati Batang, mereka adalah Heri Kiswanto Kepala Desa Cepagan dan Syamsudin Kepala Desa Lebo Kecamatan Warungasem, Tasrip Kepala Desa Pretek Kecamatan Pecalungan untuk masa bakti 2017-2023.
Dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, Ketua DPRD I Teguh Raharjo, Ketua Tim Penggerak PKK, anggota Forkopimda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Muspika Kecamatan Warungasem dan Pecalungan.
“Kepala Desa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dengan menunjukkan potensi desa masing-masing,” ujar Wihaji.
Bupati menegaskan agar jangan latah, silakan membuat Bumdes tetapi harus dengan perencanaan yang matang. Perlu kreativitas dan inovasi lain, agar tidak menghasilkan produk yang sama, sehingga mimpi One Village One Product dapat terwujud.
Wihaji berpesan karena perkembangan teknologi semakin maju, dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Desa harus bisa memberikan arahan kepada para perangkat desa agar bisa bekerjasama sehingga terwujud desa yang mandiri. Dirinya berharap agar warga lebih kreatif dan inovatif, serta menghilangkan sikap meminta bantuan, karena tanpa diminta pun sudah menjadi tugas pemerintah untuk membantu. “Sekarang tinggal warga yang harus menunjukkan kreativitasnya dalam membangun desa,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Desa Tasrip ditemui usai pelantikan menyampaikan semoga di periode kedua memimpin desa Pretek bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.
“Yang menjadi produk unggulan desa kami adalah pertanian, namun yang masih menjadi permasalahan yaitu irigasi belum baik, jadi butuh bantuan dari pemkab Batang,” ungkapnya.
Kepala Desa Lebo Syamsudin juga menyampaikan harapannya untuk bisa mengubah desa yang tertinggal menjadi maju. Dirinya juga menegaskan warga desanya tetap setia membangun desa Lebo dan tidak tergiur untuk mencari nafkah ke kota.
Lain halnya dengan Heri Kiswanto merupakan Kades termuda yang mengemban amanat untuk melayani warga desa Cepagan. Dirinya tidak merasa canggung meski menjadi Kades termuda, karena banyak perangkat desa yang seusia dengannya.
“Alhamdulillah merasa senang, bangga dan tidak canggung karena perangkat desa Cepagan mayoritas seusia dengan saya dan kepada yang lebih senior dapat belajar dari pengalamannya,” terangnya.
Heri menambahkan berkaitan dengan program One Village One Product dirinya bersama warga desa Cepagan akan mengoptimalkan potensi di bidang UMKM seperti Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Harapannya kedepan seluruh warga bisa bekerjasama mendukung seluruh kebijakan pemerintah Kabupaten Batang yang guyub rukun. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.