Batang - Kodim 0736/Batang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Open Defecation Free (ODF) Jambanisasi di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Rabu (25/9/2019).
Pembuangan tinja atau kotoran manusia sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit di lingkungan sekitar, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan penyelesaian. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% ke seluruh kalangan masyarakat .
Keadaan ini lebih dikenal dengan istilah ODF, yaitu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
Kepala Seksi Teritorial Resort Militer (Korem) 071/Wijayakusuma Letkol Inf Sapto Broto mengatakan bahwa militer itu mempunyai tugas pokok yaitu OMP dan OMSP, ada 14 tugas dalam OMSP salah satunya yaitu kita membantu tugas pemerintah di daerah - daerah. Adapun bantuan tugas adalah program Bhakti TNI (Karya Bhakti), percepatan bebas Buang Air Besar (ODF) sembarangan.
“Kebanyakan warga masyarakat di wilayah pelosok tidak tahu program stimulan dari pemerintah, tidak tahu pentingnya kesehatan dan belum merasakan BAB di jamban sehat," terangnya.
Sasaran bagi TNI AD Kodim 0736 Batang adalah sasaran fisiknya, lanjutnya, dan untuk Dinkes adalah sosial kesehatan SDM, dengan harapan kegiatan ini akan berjalan sukses, berhasil dan sesuai harapan.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Arif Heri Nugroho berpesan untuk tingkatkan ODF dan sukseskan program ini.
“Dalam rangka jambanisasi kita tingkatkan sinergitas dan kerjasama sehingga program ini berjalan dengan baik,†ungkapnya.
Sementara itu Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji berharap kepada dinas terkait supaya saling membantu dan bekerjasama agar program jambanisasi berjalan dengan lancar.
“Kepada para puskesmas Agara selalu mengadakan komunikasi dengan pihak kami Kodim, jika ada hal - hal yang dibutuhkan kami siap membantu dan akan melaporkan ke pihak yang lebih atas,†terangnya.
Ia menjelaskan, peran Babinsa di tuntut dalam program jambanisasi yang akan dilaksanakan, diharapkan yang mendapatkan bantuan jamban adalah orang - orang yang kurang mampu dan belum punya jamban di rumahnya. 50 jamban di ngelak sedang dalam proses pembuatan, untuk sekarang yang sedang di bahas adalah program 1000 jamban di wilayah Batang. (Pendim/MC Batang, Jateng/Ardhy)