8 Persen Bayi di Batang Alami Stunting

Sabtu, 21 September 2019 Jumadi Dibaca 1.379 kali Kesehatan
8 Persen Bayi di Batang Alami Stunting
Batang - Stunting atau bayi dengan gizi buruk di Kabupaten Batang memang jumlahnya cukup banyak, dengan presentasenya mencapai 8 persen, namun demikian kasus ini juga terjadi di semua daerah bukan saja di Kabupaten Batang.

Hal ini dikatakan Bupati Batang Wihaji saat membuka vertikal Resque Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang di Obyek Wisata Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Sabtu (21/9/2019). 

"Oleh karena itu, Pemerintah pusat, Provinsi hingga daerah untuk melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut agar ada tidak terjadi lagi," ujarnya. 

Ia juga menjelaskan penyebab stunting di Batang karena rata - rata ibu hamil kurang asupan gizi, karena ada tradisi atau mitos yang selama ini menghantui ibu hamil dan ibu pasca melahirkan dan faktor ekonomi juga mempengaruhi. 

"Ada tradisi atau mitos yang diyakini masyarakat yang terkadang tidak baik untuk kesehatan, yakni waktu hamil atau pasca melairkan dilarang makan - makanan yang justru menjadi asupan gizi, seperti ikan laut, telur dan sebagainya, padahal ibu hamil dan ibu menyesui jelas harus makanan yang bergizi," jelasnya. 

Bupati pun memgimbau kepada Dinas Kesehatan, Posyandu maupun lembaga lainnya untuk gencar melakukan sosialiasi dampak buruk stunting.

"Saya perintahkan pada bidan desa mengawal betul ibu hamil dengan nginceng wong meteng, pastikan asupan gizi tercukupi, laporkan ke Puskesmas apabila mendapatkan ibu hamil atau bayi kurang gizi, kami pastikan Pemkab akan bantu," terangnya.

Bupati meminta jangan ada masyarakat atau ibu hamil yang kekurangan gizi, apalagi sampai ada yang tidak bisa makan karena tidak ada yang dimakan. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184