Bupati Wihaji memberikan telur gratis kepada warga Wonotunggal secara simbolis.
Pasar Murah dan Ramadhan Berbagi 2017 menjadi secercah harapan baru bagi warga Kecamatan Wonotunggal. Selama ini kegiatan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonotunggal harus mengandalkan pasar Bandar dan Warungasem. Sehingga peningkatan ekonomi di Wonotunggal tidak begitu terlihat, Selasa (13/6).
Camat Wonotunggal Dwi Riyanto mengatakan sangat tepat sekali Pasar Murah ini diadakan di Kecamatan Wonotunggal, karena hampir semua kegiatan perekonomian warga bergantung pada Bandar dan Warungasem. “Semestinya Wonotuggal dibangun sebuah pasar agar kegiatan ekonomi warga bisa terpusat di Wonotunggal saja dan tidak perlu keluar ke kecamatan lain,” ungkapnya.
“Wonotunggal ini belum mempunyai pasar untuk kegiatan jual beli, sehingga masyarakat kami untuk memenuhi kebutuhannya harus berbelanja ke pasar Warungasem yang terdekat dan bahkan harus ke pasar Bandar,” terang Dwi.
Menurutnya sebuah keputusan yang tepat karena jarak yang cukup jauh inilah maka dirinya sangat mendukung adanya Pasar Murah di Wonotunggal. “Masyarakat kami rata – rata berada di kalangan ekonomi menengah kebawah, sehigga sangat mengharapkan apabila ada program-program dari pemerintah banyak dilaksanakan di Wonotunggal, termasuk pembangunan pasar”.
Bupati Batang Wihaji yang membuka langsung Pasar Murah di Wonotunggal menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hal yang positif, karena biasanya saat menjelang Idul Fitri harga sembako mulai merangkak naik. “Kegiatan Pasar Murah Ramadhan Berbagi ini minimal ada yang gratis dan bersubsidi sehingga dapat membantu mengurangi beban masyarakat,” katanya.
Wihaji menambahkan nantinya akan diadakan hal yang sama, namun melihat perkembangan terlebih dahulu. “Bentuknya bisa beras murah, gula atau minyak goreng, karena sekarang ini diutamakan telur, maka ada telur yang gratis dan yang bersubsidi,” terangnya.
Pasar Murah tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakkeswan) Provinsi Jawa Tengah didukung Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkannak) Kabupaten Batang, organisasi masyarakat Lazis NU Kabupaten Batang, dan Bulog.
Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dinakkeswan Jawa Tengah Suyatno mengutarakan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa produk yang dijual adalah aman, sehat, utuh dan halal. “Pasar Murah ini diselenggarakan di beberapa titik diantaranya Pati, Rembang, Batang, Boyolali dan Kendal, untuk 2 program lain akan dilaksanakan mendekati Natal dan Tahun Baru,”katanya.
Achmad Taufik Kepala Dislutkannak Batang mengatakan ada 800 paket untuk warga di 5 desa yaitu desa Brayo, Wonotunggal, Brokoh, Kedungmalang dan Wates. Menurutnya harga produk yang dijual di Pasar Murah ini di bawah harga eceran tertinggi, mulai dari beras premium Rp. 9.600,- gula pasir Rp. 11.900,- minyak goreng Rp. 12.500,- daging beku Rp. 75.000,-. “Sedangkan untuk telur ada 2 paket yaitu telur yang dibagikan gratis dari Dinakkeswan Provinso Jawa Tengah dan telur bersubsidi dari Dislutkannak Kabupaten Batang dengan harga Rp. 15.000,-,” terangnya. (Heri/McBatang)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.