Era Reformasi Lonjakan Pertumbuhan Penduduk Meningkat

Senin, 12 Juni 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 908 kali Pemerintahan
Era Reformasi Lonjakan Pertumbuhan Penduduk Meningkat
Bupati Batang Wihaji Kukuhan Kelompok Kerja Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan
“Saat masa transisi dari orde baru ke masa reformasi banyak orang melupakan program keluarga berencana, sehingga program KB mengalami kemunduran yang berakibat pada lonjakan penduduk pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi," kata Bupati Batang Wihaji saat membuka kegiatan Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBKB) Senin, 12/6.

Di zaman Orde Baru Presiden Suharto sangat konsentrasi dengan program KB yang sudah bisa di bilang sukses daam pengendalian lonjakan penduduk, walaupun sekarang masih ada istilah bunus demografi yang kalau tidak di atur sangat sangat berbahaya.

"Jikalau tidak diatur angka produktif usia 15 tahun sampai dengan 64 tahun atau 70 % penduduk Indonesia kalau menjadi pengagguran semua akan menjadi repot,” kata Bupati.

Bupati Wihaji juga mengatakan di hadapan Tokoh Agama yang ikut dalam Orientasi tersebut yang mengungkapkan, kegiatan Orientasi KKBKB menjadi orientasi baru untuk mengembangkan lagi, mengingatkan dan menyadarkan tentang kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana atau KB.

“Tentunya semangatnya tidak membatatasi jumlah anak tapi lebih itu adalah perencanaan keluarga, yang butuh manajemen keluarga yang kedepan keluarga Bangsa Indonesia bisa sejahtera, pendidikan dan kesehatan bisa terlayani dengan baik bagi setiap penduduk,” jelas Wihaji.

Bupati juga meminta data yang kongkrit di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Batang tentang kesadaran masyarakat dalam ber KB, serta data usia perkawinan yang terlalu muda serta data penggunaan alat kontra sepsi.

“Data ini sangat penting bagi kami untuk mengetahui diagnosa atau sebabnya, sehingga kami akan fokus dalam mencari cara untuk dapat mendarakan masyrakat arti pentingnya perencanaan dalam berkeluarga,” pinta Bupati.

Ia juga berharap untuk mengatasi persoalaan KB sebagai masa depan keluarga kita untuk Kabupaten Batang, pemerintah bersama masyarakat dari tokoh masyrakat, tokoh agama harus guyub rukun menciptakan bagamina anak cucu kita nanti bisa sejahtera perencanaan keluarga, sehingga tercukupi sandang pangan papan dan pendidikanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino yang mengatakan, persoalan di Jawa Tengah pada laju pertumbuhan penduduk saat ini 0,37%, tetapi yang menjadi persoalan di zaman reformasi rata – rata kecenderungan pasangan usia subur pingin nambah anak, kalau zaman orde Barau Presiden Suharto mampu menurunkan pertumbuhan penduduk 5,8 menjadi 3.

“Kalau jawa tengah laju pertumbuhan penduduk tidak bisa di kendalikan akan menjadi bencana karena Jawa Tengah akan mempengaruhi secara nasional,” kata Wagino.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana, Murdiono mengatakan, dari hasil sensus tahun 2010 lqaju pertumbuhan penduduk mengalai peningkatan bila di bandingan dengan hasil sensus sebelumnya 1,45% menjadi 1,49%, hal ini menjadi sinyal kecenderungan ledakan penduduk ada di depan mata. 

“Untuk itu kita harus membangkitkan kembali program KB dengan mengajak semua stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama dar semua agama untuk bersama membangkitkanya seperti yang pernah di lakukan sebelumnya merupakan sebuah keharusan,” jelas Murdiono.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji mengukuhkan Kelompok Kerja Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan Kabupaten Batang masa bhakti Tahun 2017- 2020. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 104
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184