Batang - Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Batang, membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ikut peran dalam menanggulangi masalah tersebut, salah satunya mengadakan kegiatan Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) di Gedung Pramuka Kabupaten Batang, Kamis (22/8/2019).
“Karena masih tingginya AKI dan AKB, jadi kita berusaha untuk ikut serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sejak dalam kandungan sampai dewasa agar menjadi SDM yang unggul,†ujar Kepala DP3AP2KB Kabupaten Batang Muchlasin.
Selain GSIB, lanjutnya, DP3AP2KB Kabupaten Batang juga gencar melakukan kegiatan melalui kader Desa guna mendukung program SDM unggul di Kabupaten Batang.
“Strateginya di masing-masing desa melakukan kegiatan pencerahan ke kader-kader yang ada di desa terkait bina keluarga balita, bina keluarga lansia, bina keluarga remaja untuk mendukung program SDM unggul di Kabupaten Batang,†jelasnya.
Ia menyampaikan untuk bersaing di bonus demografi 2045, pihaknya akan terus melakukan kegiatan terkait pelayanan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Batang agar menjadi generasi yang unggul.
“Kegiatan-kegiatan ini akan kita teruskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Batang ini agar menjadi generasi yang unggul supaya bisa bersaing di 2045 terkait dengan bonus demografi,†sambungnya.
Kegiatan selama satu hari tersebut melibatkan Bidan Desa, Bidan Puskesmas, dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dengan harapan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar ibu dan bayinya sehat. (MC Batang, Jateng/Umar)