Bupati Wihaji saat memberikan sambutan setelah melaksanakan sholat Isya, Tarawih dan Witir bersama di Masjid Al Huda di Desa Kutosari Kecamatan Gringsing
Kecamatan Gringsing merupakan salah satu kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus dengan segala potensinya seperti kulinernya, wisata alamnya dan produk unggulan madu yang terkenal hingga seluruh Indonesia. Dalam kesempatan Tarawih Ukuwah di Masjil Al Huda Desa Kutosri Kecamatan Gringsing, Rabu malam (7/6), Bupati Batang Wihaji meminta salah satu desa di Kecamatan Gringsing dijadikan percontohan smart village dengan one village one produk.
"Perubahan RTRW (Rencana Ruang Tata Wilayah) Gringsing masuk dalam wilayah industri, tentu menjadi harapan kami masyarakat dapat mendukungnya karena pertumbuhan ekonominya sangat bagus dan meningkat serta masyarakatnya yang mudah diajak komunikasi," Kata Bupati Wihaji.
Wihaji juga mengungkapkan dari potensinya yang ada di Kecamatan Gringsing menjadi harapan besar untuk di prioritaskan dalam membangun Kabupaten Batang. "Dengan karakter lokal yang unik masyarakat yang kreatif dan inovatif serta potensi wilayahnya menjadi daya tarik yang menarik".
Bupati juga berharap masyarakat untuk mengakhiri atau mensudaih atau tinggalkan tradisi yang jelek seperti tawuran dan lainya, “Sekarang waktunya untuk guyub rukun nyambet gawe mbangun Batang untuk kesejahteraan,” pintanya.
Wihaji jika minta kepada Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) jika takbir keliling dirasa tidak ada manfaatnya dan menjadi perkelaihan antar pemuda, dimohon Muspika Kecamatan tidak mengijinkan takbir keliling di malam hari lebaran, hal ini demi kenyamanan dan kondusifitas wilayah.
Ia juga mengatakan kasus narkoba di Kabupaten Batang yang trennya selalu meningkat menjadi keprihatinannya, kami harapkan keluarga dan masyrakat dlingkungannya dapat mengawasi anak - anaknya sehingga generasi penerus bangsa kita terhindar dari narkoba yang akan merusak mental dan fisiknya.
Camat Gringsing Rusmanto mengatakan, "Situasi kondisi kecamatan Gringsing kondusif dan mudah - mudahan kedepannya juga kondusif sehingga label kecamatan Gringsing berubah baik dan tidak ada kasus tawuran antar warga lagi seperti tahun lalu".
Situasi kondusif berkat kerjasama yang baik antar masyarakat dan ulama dan umaroh yang bisa berjalan dengan sinergi untuk menciptakan siatuasi yang aman dan nyaman.
Rusmanto juga menyampaikan potensi Kecamatan Gringsing memiliki banyak potensi wisata yang belum tergarap yaitu potensi wisata alamnya, kami harap ada peran pemerintah Kabupaten untuk ikut memoles wisata terintegrasi dan edukasi yang dimiliki Kecamatan Gringsing.
“Kami akan manfaatkan Sungai Kali Kuto Wisata Arung Jeram yang teintegrasi dengan Pantai Jodo dan ada Wisata Alam Bendung Cokro Kembang Dukuh Kluwung yang masih banyak lutungnya, ini potensi yang luar bisa yang harus di garap dengan serius.” pinta Rusmanto.
Hal ini juga didukung masyarakat Desa Kecamatan Gringsing yang hampir 50% sudah ada produk unggulan seperti Trasi Srundeng yang sudah di kemas dengan apik, Bandeng Presto dengan kualitas baik, serta cemilan makanan ringan.
“Untuk mendudkung Smart village dengan one village one product Gringsing paling siap, namun masih perlu dukungan internet masuk desa karena terkendala cakupan sinyal yang masih susah. Kata Camat Rusmanto.
Pada kegiatan tarawih ukuwah ini juga dihadiri Wakil Bupati Suyono bersama Kepala OPD.
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.