Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menggelar Pelatihan Petugas Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), untuk mengetahui indikator ketenagakerjaan di Kabupaten Batang di Hall Hotel Sendang Sari Kabupaten Batang, Kamis (18/7/2019).
Kepala BPS Kabupaten Batang, Tina Wahyufitri mengemukakan, kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Para petugas menyurvei kepada responden yang terpilih, dengan mengajukan pertanyaan apakah sudah bekerja, apa jenis pekerjaannya, berapa jumlah hari kerjanya dan pendidikan terakhir.
“Nanti indikator yang dihasilkan yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), klasifikasi jenis pekerjaan yang paling banyak diserap oleh masyarakat. Sehingga kami bisa memberikan rekomendasi atau saran kepada Pemkab Batang, tentang lapangan pekerjaan mana yang harus dikuatkan. Jangan sampai terjadi ketidaksesuaian antara pembangunan dengan lapangan pekerjaan yang diminati masyarakat, karena dapat mengakibatkan pertumbuhan perekonimian tidak berkualitas,†paparnya.
Tina menegaskan, sangat penting bagi perangkat daerah untuk terus memperbarui informasi ke BPS, berhubungan dengan data-data yang dipublikasikan, karena kami mengambil data itu langsung dari masyarakat secara statistik.
“Kami harapkan para Petugas SAKERNAS menyimak seluruh materi yang disampaikan, karena dari pekerjaan yang mereka lakukan, akan menghasilkan indikator yang penting bagi perencanaan dan pembangunan di bidang ketenagakerjaan,†pungkasnya.
Sementara menurut Seksi Statistik Sosial, Een Qurotul Aini, SAKERNAS dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
“Survei di bulan Februari lalu hanya satu semester dengan jumlah sampel yang lebih sedikit yaitu 19 blok sensus atau 190 rumah tangga. Sedangkan di bulan Agustus mendatang sebanyak 76 blok sensus atau 760 rumah tangga,†ungkapnya.
Salah satu Mitra SAKERNAS, Eko Patemoningsih, menuturkan, kita jadi mengetahui jumlah pengangguran, warga yang sudah bekerja di Kabupaten Batang dan hal-hal yang dibutuhkan agar mereka segera memperoleh pekerjaan.
“Kalau mau melakukan sensus di lapangan tentunya harus mempersiapkan mental, karena akan bertemu dengan orang yang beragam karakter, sehingga bisa memberikan pengertian sejelas-jelasnya,†katanya.
Menurutnya, survei ini bermanfaat untuk mendongkrak lapangan kerja baru bagi mereka yang masih belum memperoleh lapangan pekerjaan. Pemerintah akan dapat menemukan solusi untuk mengatasi pengangguran. (MC Batang, Jateng/Heri)