Sarasehan Wakil Bupati Batang dengan Petani Kopi Desa Lobang

Senin, 29 Mei 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 829 kali Sosial
Sarasehan Wakil Bupati Batang dengan Petani Kopi Desa Lobang
Sarasehan Peluang dan Potensi Ekspor Kopi Batang
Acara Sarasehan Peluang dan Potensi Ekspor Kopi Batang yang diselenggarakan oleh Gerbang Tani (Gerakan Kebangkitan Petani Indonesia) dihadiri oleh Wakil Bupati Batang Suyono didampingi Kabag Humas Batang Triossy Juniarto dan perwakilan dari Dinas Pertanian Batang serta para petani kopi Batang khususnya desa Lobang, Sabtu (27/5) bertempat di Agrowisata desa Lobang Limpung Batang.

Tarno selaku penyuluh pertanian mengatakan bahwa potensi kopi di desa Lobang ini cukup bagus yakni lahan kopinya kurang lebih mencapai seratus lima puluh hektare, namun tanaman kopi tersebut kebanyakan di bawah tegalan milik Perhutani adapun yang produksi tanaman kopi kurang lebih lima puluh hektare.

Dijelaskan juga bahwa diperkirakan satu tanaman pohon kopi bisa menghasilkan kurang lebih sepuluh kilogram kopi basah, dan apabila satu hektare lahan kopi itu dihitung ada dua ribu pohon kopi tinggal dikalikan 10 kg kali 2000 pohon, apabila dikalkulasi itu banyak sekali sehingga desa Lobang termasuk penghasil kopi terbanyak. Kedepan potensi kopi di desa Lobang ini akan dibina bekerjasama dengan Dinas Pertanian Batang.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, "Terkait potensi Kopi di Kabupaten Batang khususnya desa lobang tadi telah disampaikan baik dari sisi pemasaran maupun harga maka dari Dinas Pertanian maupun penyuluhan tentu akan membina para petani kopi agar bagaimana kopi tersebut bisa produksi lebih baik dan tinggi dengan penerimaan harga yang lebih baik".

"Tentu ini semua ada beberapa program yang harus dijalankan dari para petani kopi melalui penyuluh-penyuluh yang ada di Batang, yang tentu kopi tersebut bisa dialih teknologi, sehingga kopi tersebut nilai harganya akan lebih baik," ujar Wabup.

Wakil Bupati menambahkan manfaat kegiatan saresehan bersama petani kopi ini karena ada peluang ekspor kopi ke Negara Jepang yang kurang lebih satu bulan itu mencapai 20 ton kopi, sedangkan komsumsi kopi di Indonesia 20 persen dan 80 persennya diekspor. Melihat dari produksi yang belum maksimal ini maka dilaksanakan saresehan petani kopi untuk memaksimalkan produk-produk kopi yang ada di wilayah Kabupaten Batang.

"Harapannya para petani kopi ini bisa lebih merespon dan tentu melakukan langkah-langkah untuk mencapainya target ekspor yang diinginkan oleh pihak-pihak tengkulak maupun petani kopi itu sendiri yang menginginkan jumlah produksi lebih tinggi lagi," ujarnya.

"Dengan saresehan petani kopi ini kami ingin mengangkat kedaulatan petani, karena petani itu sebenarnya bisa menentukan harga asal bisa berproses dengan baik, ini seperti yang sudah dilakukan di kabupaten Kendal, bahwa petani bisa menentukan harga kopi 30 ribu, 40 ribu dari mereka proses," kata Wiweko selaku ketua Gerbang Tani Kabupaten Batang.

Wiweko menambahkan, "Hal tersebut akan kita tularkan kepada para petani kopi yang ada di Batang, dan ternyata dalam saresehan bahwa permasalahan petani kopi tersebut tidak tahu jenis kopi atau proses kopi sehingga dengan pertemuan ini kita saling sharing atau tukar pengalaman agar para petani kopi ini akan diadakan semacam pelatihan agar petani bisa berproses dengan baik".

"Harapannya petani nanti mulai berproses pasca panen kopi yang baik, mulai dari petik merah terus mengerti tentang proses sampai nanti jualnya biji atau green oce yang selanjutnya bisa sampai dengan kopi bentuk bubuk," tandas Wiweko. (Iwan/Humas)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183