Pemukulan Kentongan, Bupati Wihaji di dampingi Forkopimda sebagai tanda Penutupan Kegiatan
Budaya gotong royong merupakan warisan leluhur yang selayaknya menjadi budaya yang tak hilang ditelan moderenisasin dan harus dapat dikembangkan untuk bidang ekonomi, bidang budaya serta agama.
Hal tersebut di sampaikan Bupati Batang Wihaji saat menutup kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PK (HKG-PKK) Ke-45 Tingkat Kabupaten Batang. Kegiatan yang berlangsung di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih Rabu, 24/5 di hadiri oleh Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Infantri Fajar Ali Nugraha dan Kepala OPD se Kabupaten Batang.
“Dengan Bulan gotong royong ini marilah kita lestarikan budaya gotong royong yang telah menjadi warisan leluhur, dengan harapan tidak hanya kegiatan bulan bakti gotong royong, tetapi ada gotong royong tiap hari di lingkungan masyarakat sebagai penunjang pembangunan ekonomi,” pinta Wihaji.
Dengan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong jangan hanya seremonial saja, tapi harus ada kreatifitas dan inovasi dengan produk-produk makanan dan produk-produk lainnya yang menjadi produk khas desa yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Batang Batang.
“Marilah jadikan gotong royong tidak hanya di lingkungan masyarakat desa, kita harus menumbuhkan budaya gotong royong pada seluruh masyarakat di Kabupaten Batang Batang, dengan harapannya kedepan di Batang dapat dijadikan smart city dan smart vilage,” ajak Wihaji.
Bupati juga menyampaikan, kelembagaan PKK sangat luar biasa dalam memberdayakan keluarga, dia berharap kepada PKK dapat membuat kegiatan yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan program-program yang lebih baik.
“PKK di harapkan bisa membantu dan memberikan pendampingan dan ciptakan produk yang kreatif dan khas yang ada di desa dalam bidang pengemasan, promosi, dan pemasaran produk sehingga nantinya bisa One Vilage One Produk,” harap Wihaji kepada Ketua PKK Ny. Uni Kuslantasi Wihaji yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Tulyono mengatakan, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV ini sudah dilaksanakan satu bulan kemarin tepatnya pada tanggal 15 April 2017 lalu.
“Kegitan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan lagi semangat dan memberikan motivasi kepada masyarakat, karena budaya gotong royong semua menjadi ringan dan mudah dalam membangun desa,” kata Tulyono.
Pemukulan kentongan oleh Bupati Batang Wihaji yang di dampingi Forkopimda sebagai tanda penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PK (HKG-PKK) Ke-45 Tingkat Kabupaten Batang Tahun 2017, yang selanjutnya juga diserahkan tropi pemenang lomba gotong royong antar desa, penyerahan bantuan ikan nila, bantuan kursi roda, bantuan alat pendengar, bibit cabe. (Edo/Humas)
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.