Batang - Sinergitas antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, dalam melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Operasional Kesehatan (BOK), membuahkan masukan positif ke Puskesmas.
Diantaranya saat melakukan kegiatan monev ke Puskesmas Tulis dan Kandeman. Kendati urusan administrasi sudah tertib dan penyerapan dana BOK terhitung bagus.
Kejaksaan memberikan motivasi kepada jajaran Puskesmas Tulis untuk tetap semangat dalam melaksanakan kinerjanya. Lantaran masih kekurangan tenaga dokter gigi dan bidan di tiga desa.
"Proses pengisian tenaga medis tersebut tentu tidak mudah dan harus melalui prosedur yang ada. Jadi, sembari menunggu tenaga yang dibutuhkan, petugas yang ada di Puskesmas Tulis harus tetap bekerja keras demi melayani masyarakat," ujar Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Batang, Dista Anggara, selepas melakukan monitoring di Puskesmas Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jumat (17/5/2019).
Menurutnya, saat ini kondisi gedung Puskesmas di Kandeman memang bagus, namun kurang dari segi luas bangunan. Bahkan tidak ada kantung parkir untuk kendaraan roda empat, sehingga kendaraan terpaksa parkir di badan jalan. Selain itu, lokasi puksesmas yang berada di tikungan jalan, rawan pula terhadap kecelakaan lalu lintas.
"Kita sudah komunikasikan dengan Camat setempat, harapannya wacana pemindahan puskesmas dapat masuk di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan agar segera terealisasi," tegasnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Tulis, dr Ali Balkhi menanggapi kekurangan bidan desa di Puskesmas yang dipimpinnya, sejauh ini ada tiga bidan desa yang bekerja merangkap melayani dua desa. Yakni bidan desa Jelosketi merangkap dengan Desa Manggis, Kebumen merangkap Siberuk, dan Sembojo bersama posong.
"Kita ambil bidan yang terdekat di Desa yang kurang tersebut, sehingga pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan bidan tetap bisa berjalan," tuturnya.
Kepala Dinkes Batang, dr Hidayah Basbeth membenarkan bahwa ada kekurangan bidan di Kecamatan Tulis. Maka, untuk sementara waktu daerah yang tidak tercover bidan, dapat diampu oleh bidan desa terdekat, sambil menunggu rekruitmen dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Namun, tidak semua Kecamatan kekurangan bidan, jika dirata secara general, maka analisa jabatan dan analisa beban kerja sebenarnya sudah mencukupi," pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Iwan)