Simulasi evakuasi korban kebakaran di Gedung bertingkat
Pegawai Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Batang berhamburan keluar gedung begitu juga PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Batang ikut berhamburan keluar kantor. Gedung Balitbang yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah menjadi perhatian para PNS lantaran banyak mobil pemadam kebakaran dan ambulan yang datang ke gedung Balitbang karena terbakar.
Setelah melihat kejadian tersebut para PNS merasa tertipu, ternyata kebakaran itu hanya simulasi penanganan kebakaran yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang dalam rangka Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang secara Nasional dicanangkan pada tanggal 26 April 2017.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang dicanangkan oleb Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat. Dan kegiatan ini diadakan di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, sedangkan simulasi bencana ada dua kegiatan yang dilaksanakan yaitu penanggulangan bencan banjir yang dikoordinir oleh PMI kegiatan diadakan di Desa Klidang Lor serta Kelurahan Karangasem Selatan, dan evakuasi korban kebakaran di gedung bertingkat yang dikoordinir oleh BPBD Kabupaten Batang dengan mengambil tempat di Gedung Balibang Batang", terang Yessaya Simantuk Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Batang.
Dijelaskan bahwa di Kabupaten Batang saat ini untuk personil BPBD Batang hanya berjumlah 12 personil, hal ini tidak mungkin akan tertangani sendiri manakala saat ada bencana. Untuk itu BPBD Kabupaten Batang bekerjasama dengan organisasi massa yang juga menangani bencana, dan saat ini ada 22 organisasi massa antara lain Pencinta alam, 119 Call Center Emergency, Damkar, CSC, Ubaloka (Unit Bantuan Pertolongan Pramuka), Panjat tebing, Pemuda Pancasila, kelompok Offroad dan yang lainnya.
"Sebelum mengadakan simulasi ini diadakan Kegiatan Fasilitasi Operasional Satlak PBA. Kegiatan ini diadakan agar nantinya para relawan memahami dan mengetahui cara-cara pertolongan dan tindakan apa yang harus dilakukan dalam menangani korban. Dalam sosialisasi ini ada pemateri yang akan memberikan makalah yaitu dari Dinas Kesehatan Kabupaten dengan materi sistem penanganan kedawat darurat yang akan disampaikan oleh dr. Basbeth. Kedua dari Djatmiko materi yang akan disampaikan tentang kerelawanan. Ketiga dari Damkar yang akan disampaikan oleh Gandi kepala Unit Damkar dengan materi cara penanggulangan kebakaran. Yang ke empat dari pers yang materi disampaikan yaitu bagaimana cara pengambilan foto yang baik dan membuat rilis yang baik sesuai dengan etika dan norma jurnalistik dan terakhir dari BPBD kabupaten Batang dengan materi Manajeman Penanggulangan Bencana", tandas Yessaya.
Yessaya menambahkan, "Dengan sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan segenap relawan bisa dan mampu serta tepat dalam menangani korban bencana sehingga nanti tidak ada korban yang terabaikan. Dengan kemampuan yang semakin bertambah relawan di Kabupaten Batang siap dikirimkan dan diterjunkan di medan Bencana".
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.