Batang - Racika Palm Batang dan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Batang menggelar Napak Tilas VIII dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Dengan mengambil tema "Perjuangan Devisi Siliwangi dan Penumpasan DI TII di Kabupaten Batang".
Batang - Racika Palm Batang dan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Batang menggelar Napak Tilas VIII dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Dengan mengambil tema "Perjuangan Devisi Siliwangi dan Penumpasan DI TII di Kabupaten Batang".
Kegiatan
Napak Tilas VIII ini dimulai dari Dukuh Wonoprio, Desa Gerlang, dan finish di
Kantor Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Peserta napak tilas terdiri dari
berbagai kalangan, termasuk veteran, pelajar, dan masyarakat umum.
Panitia
Napak Tilas VIII, Rohman Yusuf mengatakan, tujuan utama diadakannya kegiatan
ini untuk mengenang perjuangan Divisi Siliwangi dan penumpasan DI TII di
kabupaten Batang.
“Semoga
lewat napak tilas ini Bupati Batang beserta jajarannya tergerak untuk membangun
kembali monumen yang dulu pernah ada di Dukuh Sikesut,†katanya, saat ditemui
di Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang, Kabupaten Batang, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan
napak tilas ini juga diisi dengan berbagai acara, termasuk penanaman pohon
hingga diskusi wawasan kebangsaan. Peserta napak tilas juga diberikan
kesempatan untuk menandatangani petisi monumen sejarah yang terkait dengan
perjuangan Devisi Siliwangi dan penumpasan DI TII di Dukuh Sikesut.
“Semoga
Napak Tilas VIII ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat
terhadap sejarah dan perjuangan bangsa. Serta memotivasi mereka untuk menjadi
pahlawan bagi bangsa dan negara,†harapnya.
Menariknya,
agenda tahunan tersebut juga diikuti oleh peserta tertua dan termuda, yang
menandakan semangat perjuangan ada di setiap jiwa peserta. Salah satunya, Melok
berusia 83 tahun warga Surabaya sengaja ikut berpartisipasi dalam napak tilas
di Batang sangat menyenangkan karena tiap rute perjalanannya mengandung sejarah
perjuangan.
“Rutenya
bervariasi, warga sekitar juga sangat antusias mendukung kegiatan ini, jadi
sangat menyenangkan,†ujar dia.
Sementara
itu, peserta termuda, Sifa siswi SMK PGRI Batang mengutarakan, dengan mengikuti
napak tilas menambah pengetahuan sejarah perjuangan di Kabupaten Batang.
“Tidak
cuma belajar sejarah, tapi sekaligus tambah teman dari berbagai kota,†ujar dia.
Kegiatan
napak tilas ini juga diisi dengan berbagai acara, termasuk penanaman, diskusi
wawasan kebangsaan. Peserta napak tilas juga diberikan kesempatan untuk
menandatangani petisi monumen sejarah yang terkait dengan perjuangan Devisi
Siliwangi dan penumpasan DI TII didukuh sikesut, Batang.
Kegiatan
Napak Tilas VIII ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian
masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan bangsa, serta memotivasi mereka
untuk menjadi pahlawan bagi bangsa dan Negara. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)