Batang - SMK Bintara mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama pada 34 November 2025. Tes ini digelar serentak secara nasional dan menjadi pengalaman pertama bagi siswa sekolah tersebut.
Batang - SMK Bintara mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama pada 34 November 2025. Tes ini digelar serentak secara nasional dan menjadi pengalaman pertama bagi siswa sekolah tersebut.
Wakil
Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia TKA SMK Bintara Batang Kartika
menjelaskan, bahwa pelaksanaan TKA dibagi ke dalam tiga sesi setiap harinya.
“Sesi
pertama diikuti oleh 14 siswa, sesi kedua juga 14 siswa, dan sesi ketiga hanya 13
siswa. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB,
menyesuaikan dengan jadwal sesi terakhir. Pelaksanaan dapat diundur apabila
terjadi kendala teknis pada server pusat.,†katanya saat ditemui di Kantor SMK
Bintara Batang, Kabupaten Batang, Senin (3/11/2025).
Dijelaskannya,
pada hari pertama, siswa mengikuti ujian Matematika, Bahasa Indonesia, dan
Bahasa Inggris, yang merupakan mata pelajaran wajib. Sementara pada hari kedua,
siswa mengerjakan soal PKK (Pendidikan Kewarganegaraan dan Kewirausahaan) serta
Pancasila, dua mata pelajaran pilihan yang baru difinalkan beberapa bulan
sebelum pelaksanaan.
Menurut
Kartika, pihak sekolah telah memberikan pembekalan, jam tambahan, serta latihan
soal bagi peserta. Namun, ia mengakui persiapan kali ini belum sepenuhnya
optimal.
“Ini
adalah uji coba pertama tahun ini, jadi wajar kalau masih ada beberapa
penyesuaian,†tuturnya. Perbedaan mendasar antara TKA dan Ujian Nasional (UN). TKA
tidak menentukan kelulusan siswa, melainkan lebih berfungsi sebagai syarat
pendukung saat melanjutkan ke universitas atau melamar pekerjaan,†jelasnya.
Hasil
TKA, dapat digunakan sebagai validator nilai rapot untuk SNBP, pertimbangan
masuk PTN/PTS jalur mandiri, hingga dokumen pendukung rekrutmen kerja. Berbeda
dengan Ujian Nasional yang dulu menjadi penentu kelulusan siswa.
“Suasana
ujian di SMK Bintara berlangsung tertib dan lancar. Meski begitu, banyak siswa
mengaku gugup menghadapi tes yang baru pertama kali diselenggarakan ini. Anak-anak
masih deg-degan karena belum tahu pasti bentuk soalnya seperti apa,†ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Soedibyo menjelaskan, bahwa
saat ini pelaksanaan TKA masih difokuskan untuk jenjang SMA/SMK, yang mulai
dilaksanakan secara nasional pada November 2025.
“Pelaksanaan
TKA untuk SMP masih tahun depan, sekitar MaretApril. Jadi sekarang masih dalam
tahap persiapan,†tuturnya.
Pihaknya
mendukung penuh pelaksanaan TKA sebagai bentuk penilaian yang lebih terukur
bagi peserta didik.
“Kalau
TKA, saya sangat setuju untuk mendukung, karena dengan ini anak-anak kita bisa
lebih terukur. Untuk jenjang pendidikan lebih lanjut juga sangat bagus,
sehingga mereka semakin terarah,†tegasnya.
Ia
menegaskan, bahwa TKA tidak menggantikan UN yang sebelumnya digunakan sebagai
tolak ukur kelulusan, melainkan menjadi instrumen pengukuran kemampuan akademik
siswa dengan pendekatan yang berbeda.
“Secara
teknis tetap TKA, bukan menggantikan UN, tapi dengan beberapa hal yang berbeda.
Yang jelas, dengan TKA ini anak-anak kita lebih terukur untuk kelulusannya,†terangnya.
Disdikbud
Batang kini tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis dan koordinasi dengan
sekolah-sekolah SMP di wilayahnya. Bambang mengaku belum dapat menjelaskan
detail teknis penyelenggaraan karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari
pusat.
“Kalau
soal teknis pelaksanaan yang lebih rinci, itu bukan porsi saya. Kita tunggu
petunjuk dari pusat,†ujar dia.
Ia
berharap, penerapan TKA di tingkat SMA dapat membantu sekolah melakukan
pemetaan kemampuan siswa secara lebih objektif dan mendorong peningkatan mutu
pembelajaran. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)