Gandeng Sejarawan UGM, PMB Telusuri Sejarah

Minggu, 19 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 656 kali Seni dan Budaya
Gandeng Sejarawan UGM, PMB Telusuri Sejarah
Paguyuban Masyarakat Batang melakukan ziarah di Makam Astana Pasekaran dalam penggalian sejarah Kabupaten Batang.
Batang - Penggalian sejarah berdirinya Kadipaten atau Kabupaten Batang sejak masa Kasultanan Mataram Islam di bawah pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, terus diintensifkan Paguyuban Masyarakat Batang (PMB). Niat baik itu, mendapat dukungan penuh dari Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan memberikan mandat langsung kepada Sejarawan UGM, Profesor Sri Margana untuk membukukan sejarah Kabupaten Batang.

Batang - Penggalian sejarah berdirinya Kadipaten atau Kabupaten Batang sejak masa Kasultanan Mataram Islam di bawah pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, terus diintensifkan Paguyuban Masyarakat Batang (PMB). Niat baik itu, mendapat dukungan penuh dari Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan memberikan mandat langsung kepada Sejarawan UGM, Profesor Sri Margana untuk membukukan sejarah Kabupaten Batang.

Penggalian sejarah tersebut merupakan tindak lanjut setelah kunjungan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Pembina Paguyuban Masyarakat Batang, Letjen Mar (Purn) Suhartono kepada Ngarso Dalem beberapa waktu lalu.

Beberapa situs bersejarah yang erat kaitannya dengan Kasultanan Mataram Islam, dikunjungi Profesor Sri Margana mulai dari Makam Astana Pasekaran, Kawasan Pecinan, Komplek Pemakaman Tionghoa di Karangasem Utara.

Di sisi lain, Ketua DPD PMB Batang Sukirman pun mengapresiasi atas dukungan Ngarso Dalem, karena akhirnya mengetahui Pelabuhan Batang merupakan pelabuhan terbesar bagi Kasultanan Mataram Islam.

“Kami mewakili masyarakat Batang, mengharapkan agar lewat penggalian sejarah ini bisa membantu terwujudnya buku "Babad Batang". Tujuannya agar generasi muda bisa mengerti apa saja yang telah dilahirkan dari hasil cipta rasa dan karsa para leluhur pendiri Kabupaten Batang,” katanya, saat ditemui di kediamannya, Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (19/10/2025).

Tujuan PMB melakukan penggalian sejarah secara mendalam, tidak lain hanya demi mencari kebenaran dan menggali segala sesuatu yang telah ada sejak para leluhur mendirikan Batang.

“Kita ambil hikmahnya dan menghormatinya, itu dulu yang terpenting,” tegasnya.

Pembina PMB Letjen Mar (Purn) Suhartono membenarkan, Pelabuhan Batang merupakan tempat strategis sejak era pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, untuk dijadikan akses penyerbuan ke VOC di Batavia, tahun 1628. Pendapat itu diperkuat dengan data primer maupun sekunder, dengan melakukan penelusuran yang membuktikan Kabupaten Batang merupakan "Kota Tua", bukan sekadar kota yang lahir dari tahun 1966.

“Kita telusuri jejak sejarah, tahun berapa Batang itu lahir, dan perlu bukti sejarah, bukan berdasarkan "katanya",” ungkapnya.

Jenderal Suhartono tak menampik jika suatu saat tahun kelahiran Kabupaten Batang akan dikembalikan sesuai catatan sejarah, bukanlah suatu yang mustahil.

“Misalnya ditemukan catatan sejarah di tahun 1614 telah diresmikan Kadipaten Batang oleh pemangku kebijakan di era Mataram Islam, kenapa tidak,” jelasnya.

Dan kalau 8 April 1966 mau diperingati pun tidak mengapa, karena merupakan peringatan kembalinya Kabupaten Batang dari Kabupaten Pekalongan. Menyikapi kunjungannya ke sejumlah situs bersejarah di Batang, Sejarawan UGM, Profesor Sri Margana masih tetap membutuhkan data dukung yang lebih lengkap, karena proses penggalian saat ini baru tahap awal.

“Ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menulis buku Babad Batang, maka saran saya, penulisan dilakukan secara berjilid. Mulai masa Klasik, Islam, VOC, penjajahan Belanda, masa Jepang, hingga kemerdekaan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183