Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro

Rabu, 15 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 446 kali Acara Pimpinan Daerah
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang.
Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten Batang menjadi salah satu titik penting pelaksanaan kegiatan ini dengan penanaman 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi pesisir, termasuk 57.000 bibit di kawasan Batang Kota.

Program yang turut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) ini menjadi langkah konkret dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan air laut (rob) dan abrasi yang mulai mengancam permukiman warga.

“Program ini bagian dari upaya mengantisipasi perubahan iklim yang dampaknya sudah nyata, yaitu rob yang masuk ke daratan. Di Batang, ada sekitar 370 titik lahan terdampak, baik milik masyarakat maupun pemerintah daerah,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat ditemui usai penanaman mangrove di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, kondisi di lapangan sudah cukup mengkhawatirkan. Air laut kini telah mencapai teras-teras rumah warga di wilayah Kecamatan Batang, sementara sekitar 350 hektare lahan pertanian sudah tidak bisa ditanami karena tergenang air asin.

“Harapannya, dengan penanaman mangrove ini, kerusakan tidak semakin meluas,” harapnya.

Selain upaya konservasi lahan, pemerintah daerah juga berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat pesisir. Sebab, penanaman mangrove tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga sekitar.

“Sejak puluhan tahun kita sudah melakukan penanaman, tapi yang bertahan hanya di beberapa titik. Karena itu, pendekatannya sekarang tidak hanya fisik, tapi juga sosial membangun kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah menyalurkan CSR-nya untuk mendukung konservasi mangrove di Batang. Meski demikian, upaya rehabilitasi ini tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pengaman pantai yang lebih besar.

“Pemerintah daerah berharap, program tanggul laut nasional seperti yang telah berjalan di Pekalongan dapat segera diperluas hingga ke Batang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto menyampaikan, bahwa penanganan rob di Kabupaten Batang terus dilakukan dengan penanaman mangrove dan juga soal tanggul laut, nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut, karena juga membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“DLH Batang mencatat, proses penanaman mangrove secara masif di wilayah pesisir sudah dimulai sejak tahun 2021, sebelum rob semakin parah. Kini, sekitar 3 kilometer garis pantai di Batang telah terdampak abrasi dari titik awal kegiatan,” terangnya.

Program Mageri Segoro di Batang menjadi bagian dari gerakan besar penyelamatan pesisir yang dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Tengah. Selain menanam mangrove, kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman perubahan iklim di kawasan pesisir utara Jawa.

“Ini contoh baik dalam membina ekosistem lingkungan, khususnya di wilayah maritim. Dampaknya akan terasa langsung bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184