Strategi Inklusif Wanatani, Perkuat Perhutanan Sosial Responsif Gender

Kamis, 25 September 2025 Jumadi Dibaca 765 kali Ekonomi
Strategi Inklusif Wanatani, Perkuat Perhutanan Sosial Responsif Gender
Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Ford Foundation dan NGO PUPUK Surabaya, menggelar Workshop Penajaman Tema Strategis Wanatani di Hotel Porta by Ambarrukmo, Yogyakarta.
Yogyakarta - Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Ford Foundation dan NGO Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya, menggelar Workshop Penajaman Tema Strategis Wanatani. Hal ini untuk Penguatan Perhutanan Sosial yang Inklusif terhadap Perempuan.

Yogyakarta - Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Ford Foundation dan NGO Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya, menggelar Workshop Penajaman Tema Strategis Wanatani. Hal ini untuk Penguatan Perhutanan Sosial yang Inklusif terhadap Perempuan.

Tujuannya untuk memperkuat pendekatan responsif gender dalam program Perhutanan Sosial, khususnya dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan wanatani (agroforestry). Serta peningkatan akses terhadap lahan, maupun pengembangan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan.

Deputi Manajemen Pengetahuan dari PUPUK Surabaya Feri Zulkifli menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan menguatkan peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya hutan.

“Kegiatan ini untuk mendorong perempuan lebih aktif dalam pengelolaan perhutanan sosial, menjadi pelaku utama dalam rantai nilai kehutanan sosial yang berkelanjutan,” katanya saat ditemui di Hotel Porta by Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (25/9/2025).

Kasubdit Kehutanan Kemendagri Dyah Sih Irawati menegaskan, pentingnya memasukkan perspektif gender ke dalam dokumen perencanaan daerah.

“Tujuannya agar perencanaan dan penganggaran responsif gender dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perhutanan sosial, serta mendorong replikasi praktik kelompok perempuan,” jelasnya.

Kabid Kehutanan Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yussi Nadia menyoroti pentingnya perhatian terhadap hutan adat.

“Banyak hal yang bisa dimasukkan ke dalam RKPS, termasuk hutan adat yang perlu diperhatikan produktivitasnya melalui pendekatan yang terencana dan partisipatif,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Baperida Kabupaten Batang Bagus Pambudi menekankan, pentingnya indikator pembangunan.

“Perhutanan sosial harus dimasukkan dalam Indikator Utama Pembangunan karena bersifat mandatory, memiliki target jelas, dan akan dievaluasi tahunan,” tegasnya.

Kabupaten Batang, disebut sebagai salah satu lokasi program utama dalam pengembangan perhutanan sosial inklusif. Saat ini terdapat lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) aktif yang menjadi contoh praktik baik pengelolaan wanatani berbasis pemberdayaan perempuan.

“Kelima KUPS tersebut terdiri dari Desa Pesantren, Sodong, Bismo, Tombo dan Silurah. Kelima desa ini menjadi model awal dalam penguatan kapasitas kelompok perempuan dalam meningkatkan nilai tambah komoditas hutan dan pertanian melalui pendekatan wanatani berkelanjutan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183