Batang - Selama tiga hari mengikuti Pelatihan Tataboga, warga binaan Lapas Kelas IIB Batang berpotensi kembali menunjukkan semangat dan kesungguhan dengan mengikuti pelatihan pembuatan roti manis isi. Pelatihan yang dipandu instruktur dari Yayasan Merti Desa Indonesia, para warga binaan mendapat teknik memproduksi roti, yang nantinya menjadi modal berwirausaha ketika telah kembali ke tengah masyarakat.
Batang - Selama tiga hari mengikuti Pelatihan Tataboga, warga binaan Lapas Kelas IIB Batang berpotensi kembali menunjukkan semangat dan kesungguhan dengan mengikuti pelatihan pembuatan roti manis isi. Pelatihan yang dipandu instruktur dari Yayasan Merti Desa Indonesia, para warga binaan mendapat teknik memproduksi roti, yang nantinya menjadi modal berwirausaha ketika telah kembali ke tengah masyarakat.
Pelatihan
ini merupakan wujud sinergi dan kerja sama Lapas Batang dalam memberikan
pembinaan kemandirian kepada warga binaan sebagai bekal keterampilan yang
bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana.
Kepala
Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan memastikan, tujuan utamanya agar warga binaan
siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
“Kegiatan
ini selaras dengan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,
khususnya poin ke-3, yaitu penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan
untuk menghasilkan produk UMKM,†katanya saat ditemui di Lapas Kelas IIB
Batang, Kabupaten Batang, Senin (22/9/2025).
Dalam
sesi pelatihan, para warga binaan diajarkan secara langsung mulai dari
pengenalan bahan-bahan, peralatan yang digunakan, hingga langkah-langkah
pembuatan roti manis isi.
“Mereka
sangat antusias mempraktikkan setiap tahapan, mulai dari pengolahan adonan
hingga proses akhir,†jelasnya.
Pihak
Lapas mengapresiasi dan berterima kasih kepada Yayasan Merti Desa Indonesia
yang telah berbagi ilmu kepada warga binaan Lapas Batang.
“Semoga,
ilmu yang telah diperoleh dapat diimplementasikan setelah warga binaan
menyelesaikan masa pidananya sebagai bekal yang bermanfaat,†harapnya.
Sementara
itu, pimpinan Yayasan Merti Desa Indonesia Tatik Setianingsih menyampaikan,
terima kasih kepada Lapas Batang atas kesempatan yang telah diberikan.
“Semoga
ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat, menambah rasa percaya diri warga binaan
setelah bebas nantinya. Kami berharap kerja sama ini ke depan bisa lebih luas
lagi,†ungkapnya.
Acara
kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada perwakilan warga
binaan peserta, yang menjadi simbol berakhirnya rangkaian pelatihan tataboga di
Lapas Batang. Kegiatan penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Batang
Nurhamdan, bersama pimpinan Yayasan Merti Desa Indonesia Tatik Setianingsih. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)