Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul

Minggu, 07 September 2025 Jumadi Dibaca 315 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul
Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Pembina Oi Tanam Siram Kecepak Fajar sengaja menggelar even Dolanan Jadul, karena timbul kecemasan mayoritas anak lebih sering bermain gawai, dibandingkan bermain permainan tradisional. Ia mencemaskan, dampak negatif bagi mental anak, apabila terlalu sering bermain gawai.

“Seringkali anak generasi z lebih sulit dalam mengontrol emosi, mereka lebih mudah marah karena sangat jarang bersosialisasi. Berbeda dengan generasi 90'an yang seluruh permainannya membutuhkan kerja sama dengan teman sebaya, sehingga lebih memiliki rasa empati terhadap sesama,” katanya, saat mendampingi putranya bermain permainan tempo dulu, di Kecepak Kabupaten Batang, Minggu (7/9/2025).

Sebanyak 17 permainan tradisional era 90'an yang dimainkan anak-anak Desa Kecepak, di antaranya congklak, ragam mainan dari pelepah pisang, telepon benang, lompat tali, engklek, perahu otok-otok dan lainnya.

“Even ini baru pertama kali digelar, tapi sambutannya luar biasa, walaupun sedikit terlambat karena direncanakan pertengahan Agustus lalu,” ungkapnya.

Salah satu anak, Muhammad Abay Alfareza yang tertarik memainkan pedang dan pistol terbuat dari pelepah pisang. Ia mengaku permainan tradisional itu baru pertama kali dimainkan bersama teman sebayanya, namun justru ada sisi unik dibandingkan bermain gawai.

“Lebih asyik mainan pistol sama keris pelepah pisang, tadi dibiatin sama ayah,” tuturnya.

Sementara respons positif pun diutarakan Nur Khasanah dan Hidayanti saat mendampingi anak-anaknya bermain permainan tradisional tempo dulu. Keduanya mendukung digelarnya even Dolanan Jadul, karena untuk memperkenalkan ragam permainan tradisional justru sangat menyenangkan dibanding gawai.

“Permainan zaman dulu itu cara memainkannya harus berkelompok jadi lebih seru, beda dengan mainan sekarang gawai membuat anak menyendiri. Semoga bisa dirutinkan tiap sebulan sekali biar anak-anak pada rukun,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 100
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184