Batang - Bank Jateng Cabang Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menggelar pelatihan Micro Business Game (MBG) selama dua hari, 45 Agustus 2025, di Hotel Dewi Ratih Batang.
Batang - Bank Jateng Cabang Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menggelar pelatihan Micro Business Game (MBG) selama dua hari, 45 Agustus 2025, di Hotel Dewi Ratih Batang.
Pelatihan ini dirancang
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan usaha para pelaku UMKM
di Kabupaten Batang.
Wakil Pemimpin Bank
Jateng Cabang Batang Iman Dwi Harmanto menyampaikan, bahwa kegiatan MBG
merupakan bagian dari dukungan Bank Jateng terhadap program Pemerintah
Kabupaten Batang, khususnya dalam pengembangan sektor UMKM.
“Di Jawa Tengah, Bank
Jateng berkontribusi aktif bagi pelaku UMKM. Salah satu misi kami adalah
mendorong kegiatan detail banking yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat,†katanya saat ditemui di Bank Jateng Cabang Batang, Kabupaten
Batang, Rabu (27/8/2025).
Tak hanya meningkatkan
kapasitas usaha, pelatihan MBG juga menekankan pentingnya literasi keuangan.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, pelaku UMKM
diharapkan mampu menjalankan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.
“Harapannya, pelaku UMKM
punya pegangan dan target capaian yang jelas untuk kemajuan usahanya,†harapnya.
Jumlah UMKM di Kabupaten
Batang terus menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2024, jumlah pelaku UMKM
tercatat meningkat signifikan, menjadi bukti semangat kewirausahaan masyarakat
Batang kian tumbuh dan berkembang. pada 2025 jumlahnya meningkat mendekati
3.000 (diambil data dari
BPS kab. Batang) dari angka tersebut, sebanyak 1.137 UMKM merupakan binaan
langsung Bank Jateng.
Sebagai bentuk dukungan
berkelanjutan, Bank Jateng berencana mengadakan pelatihan rutin setiap bulan.
Langkah ini sejalan dengan peran Pemkab Batang sebagai pemegang saham Bank
Jateng.
“Kami ingin UMKM Batang
tidak hanya berkembang di lokal, tapi juga bisa ekspor ke berbagai negara,†ungkapnya.
Sementara itu, Pemimpin
Bank Jateng Cabang Batang, Sapto Nugroho menegaskan, bahwa pentingnya pelatihan
MBG sebagai bagian dari strategi jangka panjang Bank Jateng dalam membangun
ekosistem UMKM yang tangguh dan mandiri.
“Kami percaya bahwa UMKM
adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui pelatihan seperti MBG, kami
ingin menciptakan pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tapi juga mampu
berinovasi dan bersaing di pasar yang lebih luas,†terangnya.
Dengan semangat
kolaborasi dan inovasi, Bank Jateng terus menjadi mitra strategis bagi UMKM
Batang untuk tumbuh, berkembang, dan menembus pasar global.
Sapto Nugroho menyebutkan
bahwa, Bank Jateng atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, adalah bank
milik pemerintah daerah yang beroperasi di Indonesia, khususnya di provinsi
Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jakarta. Didirikan pada tahun 1963, Bank Jateng
memiliki tujuan utama untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah serta
memberikan layanan perbankan kepada masyarakat, pemerintah, dan pelaku bisnis
di Jawa Tengah.
“Sebagai bank daerah,
Bank Jateng berfokus pada pemberian kredit kepada sektor-sektor yang dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, seperti UMKM, pertanian, dan
infrastruktur. Bank ini juga menyediakan layanan perbankan umum seperti
tabungan, deposito, pinjaman, dan layanan digital. Selain itu, Bank Jateng juga
memiliki peran dalam mendukung program- program pemerintah daerah,†pungkasnya.
Bank Jateng telah
mengalami perkembangan signifikan dan menjadi salah satu bank yang memiliki
jaringan cabang yang cukup luas di Jawa Tengah, serta terus berinovasi dalam
layanan digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern. (MC Batang,
Jateng/Jumadi/Sri Rahayu)